Kamal Guci: Maestro yang Menjaga Marwah Minangkabau Lewat Kanvas


PARIAMAN – Di tengah gempuran seni modern dan abstrak, nama Kamal Guci tetap kokoh berdiri sebagai benteng pelestari budaya Minangkabau melalui aliran realisme-naturalis. Pelukis asal Padang Pariaman ini dikenal bukan sekadar karena keindahan visualnya, melainkan karena kemampuannya "memotret" jiwa Sumatera Barat yang mulai memudar.

Dalam setiap goresan kuasnya, Kamal konsisten menghadirkan objek ikonik seperti Rumah Gadang yang sudah berumur, surau tua, hingga aktivitas pedati di jalanan setapak. Namun, lukisan-lukisannya bukan sekadar pemandangan molek semata. Bagi Kamal, Rumah Gadang yang tampak rapuh dalam karyanya adalah sebuah kritik sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga warisan leluhur agar tidak runtuh ditelan zaman.

"Saya melukis apa yang saya rasa hampir hilang. Ini adalah bentuk tanggung jawab saya sebagai putra daerah," ungkapnya dalam sebuah kesempatan pameran.

Keteguhan Kamal dalam jalur naturalisme ini membuahkan apresiasi tinggi dari para kolektor nasional. Nama-nama besar seperti Sri Sultan Hamengkubuwono X hingga tokoh nasional lainnya tercatat mengagumi dan mengoleksi karyanya. Meskipun telah meraih sukses di tingkat nasional, Kamal tetap memilih berkarya dari studio sederhananya di Dusun Sarang Gagak, membuktikan bahwa karya yang mendunia bisa lahir dari kecintaan yang mendalam pada akar lokal.

Kini, di usianya yang matang, ia terus menginspirasi generasi muda perupa di Sumatera Barat untuk berani menggali identitas budaya sendiri sebagai sumber inspirasi yang tak akan pernah habis.

RESMI DILUNCURKAN, LAYANAN BNN CALL CENTER 184 SIAP TERIMA LAPORAN DAN PENGADUAN


ONENEWSINDO.COM,Badan Narkotika Nasional (BNN) resmi meluncurkan Layanan Call Center 184 sebagai wujud komitmen memperkuat akses layanan informasi dan pengaduan masyarakat terkait permasalahan narkotika. Peluncuran tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti Ruang Layanan oleh Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, di Gedung Tan Satrisna BNN, Cawang, Jakarta Timur, pada Kamis (19/2).
Dalam sambutannya, Kepala BNN RI menegaskan bahwa pembaruan Layanan Call Center 184 bukan sekadar modernisasi fasilitas, melainkan wujud nyata transformasi digital yang menjadi prioritas strategis BNN dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat akselerasi program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), sekaligus memastikan kehadiran negara yang lebih responsif, cepat, dan solutif bagi masyarakat.
Melalui Layanan Call Center 184, masyarakat dapat memperoleh informasi, menyampaikan pengaduan, serta melaporkan dugaan tindak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dengan lebih mudah. Tidak hanya itu, layanan ini juga menjadi sarana konsultasi rehabilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan informasi terkait mekanisme, prosedur, maupun akses layanan rehabilitasi secara cepat, aman, dan terpercaya.

Beroperasi penuh selama 7 x 24 jam, Layanan Call Center 184 menjadi simbol komitmen dan kesiapsiagaan BNN dalam memberikan pelayanan tanpa henti, sebagai wujud nyata bahwa negara tidak pernah “tidur” dalam melayani dan melindungi rakyatnya. Kepala BNN RI memastikan bahwa setiap data dan informasi yang masuk melalui layanan ini akan diperlakukan sebagai aset berharga yang dianalisis serta ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
Lebih lanjut, Kepala BNN RI berharap pembaruan Layanan Call Center 184 yang diresmikan pada hari ini mampu menjadi katalisator bagi penguatan koordinasi lintas sektoral, baik di lingkungan internal BNN maupun dengan aparat penegak hukum lainnya. Sistem yang dibangun dalam Layanan Call Center 184 tersebut juga diharapkan mampu berfungsi sebagai dashboard informasi yang komprehensif, sehingga dapat membantu pengambil kebijakan dalam proses pengambilan keputusan yang berbasis data, akurat, dan tepat sasaran.
TIM 

Ciptakan Malam Minggu Aman: Tim Regu Siaga A Polres Pesisir Selatan Sisir Kawasan Carocok dan Sago Antisipasi Tawuran


ONENEWSINDO.COM, Pesisir Selatan – Polres Pesisir Selatan melalui Tim Regu Siaga A melaksanakan patroli skala sedang guna mengantisipasi aksi tawuran dan balap liar di sejumlah titik rawan wilayah hukum Kabupaten Pesisir Selatan pada Minggu dini hari (22/2).

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 01.00 WIB ini difokuskan pada area yang sering dijadikan lokasi berkumpulnya pemuda, terutama di sekitaran objek wisata Carocok Painan dan wilayah Sago. Langkah preventif ini diambil sebagai respon cepat institusi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dari potensi gangguan yang kerap meresahkan warga pada jam-jam rawan malam akhir pekan.

Dalam pelaksanaannya, personel Polres Pesisir Selatan menyisir sepanjang jalur utama dan lokasi tongkrongan remaja dengan mengedepankan pendekatan persuasif namun tetap tegas. Petugas melakukan pemantauan intensif terhadap kendaraan yang menggunakan knalpot tidak standar serta mengantisipasi kelompok pemuda yang dicurigai hendak melakukan aksi balap liar maupun tawuran antar kelompok.

Hingga berakhirnya kegiatan patroli, situasi di kawasan Carocok Painan dan wilayah Sago terpantau berada dalam keadaan yang aman, lancar, dan terkendali. Tidak ditemukan adanya aksi menonjol yang mengganggu ketertiban umum, berkat kesiapsiagaan personel Polres Pesisir Selatan yang terus berjaga di titik-titik strategis.

TIM 

BATAM - Seorang anak buah kapal (ABK) asal Medan bernama Fandi Ramadhan histeris saat menghadapi tuntutan hukuman mati dalam perkara penyelundupan sabu seberat hampir dua ton.

 

Fandi tak kuasa menahan air mata setelah Jaksa Penuntut Umum membacakan tuntutan terhadap dirinya dan lima terdakwa lain di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (5/2/2026).

Melansir TribunBatam, narkotika tersebut diangkut menggunakan kapal Sea Dragon dan ditangkap aparat di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau pada Mei 2025. 

Adapun barang buktinya mencapai 1.995.130 gram sabu.

Fandi menjadi salah satu dari enam orang yang didakwa terlibat dalam jaringan peredaran narkotika lintas perairan tersebut. 

Dalam persidangan terungkap, Fandi mengaku baru tiga hari bekerja sebagai ABK ketika kapal itu ditangkap.

Ia menyebut pekerjaan tersebut diambil demi membantu perekonomian keluarga dan membiayai sekolah adik-adiknya. 

Di persidangan, Fandi juga menyatakan tidak mengetahui adanya muatan narkotika di kapal yang ditumpanginya.

Suasana sidang berubah haru setelah tuntutan pidana mati dibacakan. 

Ruang sidang yang sebelumnya hening mendadak dipenuhi isak tangis terdakwa dan keluarga. 

Saat petugas hendak kembali memborgol para terdakwa, beberapa di antaranya tampak mengusap air mata. Fandi yang tubuhnya tampak semakin kurus berjalan tertatih menghampiri ibunya, Nirwana (48).

"Tidak adil hukum di Indonesia ini," ucap Fandi dalam dekapan Sang Ibu sebelum digiring keluar ruang sidang, dilansir TribunBatam.

Sang ibu langsung memeluk putra sulungnya itu. Nirwana meyakini anaknya tidak terlibat secara sadar dalam penyelundupan tersebut.

Menurutnya, anak pertama dari enam bersaudara ini hanya menjadi korban dalam perkara besar ini.

Baru Tahu Angkut Narkoba 

Saat Nirwana diminta hadir menjadi salah satu saksi meringankan, ia mengungkapkan fakta lain tentang Fandi. 

Hadir dengan busana kerudung hijau muda sederhana, ia menjawab satu per satu pertanyaan, majelis hakim.

"Saat itu anak saya bilang diterima kerja, Fandi tanya sama saya, 'mak, dapat panggilan kerja dari kapal luar. Kapal Thailand, jenisnya kapal kargo?'," ujar Nirwana dalam persidangan dengan suara bergetar, namun berusaha tetap tenang di hadapan majelis hakim.

Kepada Nirwana, Fandi menceritakan soal kontrak kerja.

"Dia mengatakan 'ada mak kontraknya, kontrak kerjanya 6 bulan'. Dia minta pendapat ke saya, apa diambil aja atau enggak, saya bilang ya kalau gaji lumayan, kalau memang kamu mau, saya bilang yasudah terima. Saya ijinkan ke kapal itu," tambah Nirwana.

Selama bekerja di kapal asal Thailand ini, Fandi belum menerima gaji. Bahkan, kata Nirwana, paspor dan buku pelaut diurus sendiri dengan biaya pribadi dan membayar Rp 2,5 juta kepada agen sebagai syarat bekerja.

Bukannya memiliki hidup berkembang, Fandi justru sekarang dijebloskan ke penjara. 

Saat ditemui di sel, Fandi menceritakan kepada Nirwana jika dirinya tidak mengetahui isi muatan tersebut.

"Saat di sel, Fandi bilang dia tidak tahu kalau yang dibawa itu isinya sabu. Tahunya itu sabu setelah penangkapan," terangnya.

Kepada Nirwana, Fandi menyebut seharusnya kapten kapal menjadi pihak yang paling bertanggung jawab.

"Yang disalahkan kaptennya. Katanya, ‘sudah saya ingatkan mak, tapi kapten bilang sudah tak apa, itu uang sama emas’," tutur Nirwana menirukan perkataan anaknya.

Nirwana menambahkan, pada saat itu anaknya berada dalam posisi tidak memiliki pilihan. 

Sebab, saat sudah berada di tengah laut, anak buah harus tunduk kepada kaptennya.

"Kalau sudah di kapal begitu, mau ke mana lagi," ucap fandi kepada Nirwana.

Nirwana juga sempat mempertanyakan mengapa anaknya tidak membuka muatan tersebut. Namun, menurut pengakuan Fandi, hal itu tidak mungkin dilakukan.

"Kalau abang buka sendiri, jelas abang dibuang ke laut," kata Nirwana menirukan pengakuan Fandi.

Diketahui, dalam kasus ini, enam terdakwa diadili, dua di antaranya warga negara Thailand. Selain Fandi, terdakwa lain yakni Leo Candra Samosir, Richard Halomoan, dan Hasiholan Samosir.

Dua WN Thailand adalah Weerapat Phongwan dan Teerapong Lekpradube. Sidang lanjutan dengan agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi) diagendakan akan digelar pada 23 Februari 2026. 

Sumber: Tribun Batam

Polres Rokan Hilir Salurkan 40 Paket Sembako untuk Kaum Dhuafa di Bulan Ramadhan 1447 H

 

Rokan Hilir ayoo.news || Dalam rangka kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu di bulan suci Ramadhan 1447 H, Polres Rokan Hilir melaksanakan kegiatan pemberian bantuan sosial (bansos) kepada kaum dhuafa di wilayah Kecamatan Tanah Putih, Sabtu (21/02/2026) sekira pukul 09.00 WIB.

Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Ash-Shiddiq Simpang Benar, Kecamatan Tanah Putih tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Rokan Hilir Ny. Fikih Isa, serta dihadiri oleh Wakapolres Rokan Hilir, Kapolsek Tanah Putih, personel Polres dan Polsek Tanah Putih, Bhayangkari, serta masyarakat penerima bantuan.

Sebanyak 40 paket sembako disalurkan kepada masyarakat kurang mampu sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan pokok warga selama bulan Ramadhan.

Dalam sambutannya, Kapolres Rokan Hilir menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Polres Rohil Peduli Kaum Dhuafa yang bertujuan mempererat tali silaturahmi antara Polri dan masyarakat.

“Kami hadir di tengah masyarakat untuk berbagi dan membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan selama bulan Ramadhan dan semakin memperkuat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat,” ujar Kapolres.

Masyarakat penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh jajaran Polres Rokan Hilir. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok selama menjalankan ibadah puasa.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat secara material, tetapi juga menjadi wujud nyata implementasi Polri yang Presisi dan humanis dalam melayani masyarakat.

 Melalui pendekatan sosial dan kemasyarakatan, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Tanah Putih tetap aman dan kondusif selama bulan suci Ramadhan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

TIM 

Babinsa 1623-03/Rendang Dukung Pelestarian Bahasa Bali Melalui Bulan Bahasa Bali VIII

 

Karangasem - Babinsa Desa Besakih Koramil 1623-03/Rendang, Serda I Gusti Lanang Mantra Antaryana menghadiri penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026, di Balai Banjar Adat Temukus, Banjar Dinas Temukus, Desa Besakih, Kec.Rendang, Kab.Karangasem, pada Minggu (22/2/26).

Kegiatan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 mengusung tema Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa dengan rangkaian kegiatan meliputi pembinaan menulis Aksara Bali serta pembinaan pidato berbahasa Bali sebagai upaya pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali di kalangan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Perbekel Desa Besakih, Bendesa Adat Temukus, Babinsa Desa Besakih, tokoh agama Temukus, Kepala Wilayah Dusun Temukus, prajuru adat Temukus, Penyuluh Bahasa Bali Kecamatan Rendang, Ketua MDA Kecamatan Rendang, serta para peserta lomba.

Babinsa Desa Besakih Serda I Gusti Lanang Mantra Antaryana menyampaikan bahwa kegiatan Bulan Bahasa Bali ini sangat penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya Bali. “Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat khususnya generasi muda semakin paham, mampu, dan aktif menggunakan bahasa serta aksara Bali dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Babinsa Desa Besakih.

TIM 

Pulau Angso Duo Pariaman Berseri Sambut Ramadan dan Lebaran, Destinasi Favorit Dunsanak Pulang Kampuang

Ilustrasi Pulau Angso Duo Pariaman

PARIAMANPulau Angso Duo kembali menjadi magnet wisata menjelang bulan suci Ramadan hingga perayaan Lebaran 2026. Pulau kecil yang berada di lepas pantai Kota Pariaman ini menawarkan perpaduan panorama laut biru, pasir putih, serta nuansa religius yang kental, menjadikannya destinasi favorit bagi wisatawan dan dunsanak yang pulang kampung.

Menjelang Ramadan, pengelola wisata bersama masyarakat setempat mulai melakukan berbagai persiapan. Pembersihan area pantai, perbaikan fasilitas umum, hingga penataan spot foto dilakukan guna meningkatkan kenyamanan pengunjung. Langkah ini sekaligus memperkuat daya tarik Angso Duo sebagai destinasi wisata bahari unggulan di Sumatera Barat.

Akses Mudah dari Pantai Gandoriah

Untuk mencapai Pulau Angso Duo, pengunjung dapat menyeberang menggunakan perahu dari Pantai Gandoriah. Perjalanan singkat tersebut menghadirkan pengalaman tersendiri, dengan semilir angin laut dan pemandangan Samudra Hindia yang menenangkan, seolah menjadi pengantar memasuki bulan penuh berkah.

Wisata Alam dan Religi dalam Satu Destinasi

Keunikan Pulau Angso Duo tidak hanya terletak pada keindahan alamnya. Di pulau ini terdapat makam ulama yang kerap diziarahi, terutama menjelang Ramadan. Banyak peziarah datang untuk berdoa dan melakukan refleksi diri sebagai persiapan spiritual menyambut bulan suci.

Perpaduan wisata bahari dan wisata religi ini menjadikan Angso Duo berbeda dari destinasi pantai lainnya. Suasana khidmat terasa berdampingan dengan keceriaan wisata keluarga.

Lebaran, Momen Silaturahmi dan Kebersamaan

Saat Lebaran tiba, Pulau Angso Duo menjadi salah satu lokasi favorit untuk berkumpul bersama keluarga besar. Dunsanak yang pulang kampung memanfaatkan momen tersebut untuk bersilaturahmi sambil menikmati suasana pantai.

Tawa anak-anak yang bermain di pasir, sajian makanan khas Minangkabau, hingga kebersamaan lintas generasi menjadi pemandangan yang hampir selalu hadir setiap tahun. Tradisi ini memperkuat posisi Angso Duo sebagai bagian dari memori kolektif masyarakat Pariaman.

Dongkrak Ekonomi Masyarakat Lokal

Lonjakan kunjungan wisatawan juga membawa dampak ekonomi positif bagi warga sekitar. Pedagang lokal menjajakan aneka kuliner seperti sate, kelapa muda, dan makanan ringan khas Pariaman. Aktivitas ini turut menggerakkan roda perekonomian, terutama menjelang dan saat libur Lebaran.

Dengan pesona alam, nilai religi, dan kehangatan budaya Minangkabau, Pulau Angso Duo tetap menjadi destinasi istimewa setiap Ramadan dan Lebaran. Bagi banyak perantau, berkunjung ke pulau ini bukan sekadar berwisata, melainkan cara untuk kembali merasakan kedekatan dengan kampung halaman. (Ibrahim)

Rp18,9 Triliun Anggaran Digelontorkan ke Sumbar untuk Pemulihan Pascabemcana, Wagub Vasko Minta Fokus Infrastruktur

PAYAKUMBUH—Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menyebutkan Sumbar akan menerima anggaran pembangunan infrastruktur sekitar Rp18,9 triliun pada tahun 2026 dari Pemerintah Pusat untuk pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Menurutnya, angka tersebut menjadi anggaran pembangunan yang terbesar sepanjang sejarah di di Sumbar.

“Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Tahun ini Sumatera Barat mendapatkan anggaran sekitar Rp18,9 triliun untuk pembangunan infrastruktur,” ujar Wagub Vasko.

Hal itu disampaikan Vasko saat kegiatan Safari Ramadan di Masjid Darul Ikhlas, Kelurahan Padang Alai Bodi, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, Jumat (20/2/2026).

Ia menegaskan, anggaran besar tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal dan tepat sasaran, terutama untuk pembangunan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, pemulihan infrastruktur akan menjadi salah satu fokus utama.

“Perbaiki jalan-jalan yang rusak, penerangan yang masih kurang, serta pengairan. Jangan buat program-program yang tidak bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Vasko juga menyampaikan bahwa Transfer Keuangan Daerah (TKD) pada tahun ini kembali dimaksimalkan untuk kabupaten dan kota di Sumbar. Ia meminta pemerintah daerah mengelola anggaran tersebut dengan serius, khususnya untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Kita manfaatkan sebesar-besarnya perhatian Pak Presiden kali ini kepada Sumatera Barat. Untuk masyarakat harus total. Tahun ini Sumatera Barat harus benar-benar berbenah,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menyampaikan komitmen pemerintah Kota Payakumbuh untuk terus memberikan pelayanan dan pembangunan terbaik bagi masyarakat.

Ia juga menyinggung dampak bencana yang sempat memutus jalur Padang-Payakumbuh, sehingga berpengaruh terhadap pergerakan ekonomi warga.

“Kondisi itu tentu berdampak pada ekonomi. Karena itu, kami sangat berharap dukungan seluruh pihak dan tentunya masyarakat agar Payakumbuh bisa kembali bergerak dan bangkit,” tutupnya. (adpsb/cen/bud)

Mahyeldi Serahkan Bantuan Bedah Rumah Rp25 Juta untuk Warga Paninggahan, Solok

 

SOLOK — Kepedulian Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah terhadap masyarakat prasejahtera kembali ditunjukkan melalui penyerahan bantuan bedah rumah bagi Darnis (57), warga Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjuang Sirih, Kabupaten Solok, Minggu (22/2/2026).

Bantuan sebesar Rp25 juta tersebut diperuntukkan bagi perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) yang ditempati Darnis bersama keluarganya. Rumah peninggalan almarhum suaminya itu berukuran 8x6 meter dan kondisinya telah lapuk dimakan usia.

Menurut Mahyeldi, program bedah rumah merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Sumbar dan Baznas dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki hunian yang layak.

“Kami ingin bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Rumah yang layak akan membawa kebahagiaan dan semangat baru bagi keluarga,” ujar Mahyeldi.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur didampingi Wakil Bupati Solok, H. Candra, bersama Tim Safari Ramadan Provinsi Sumbar dan disaksikan Wali Nagari Paninggahan.

Selain bantuan bedah rumah senilai Rp25 juta, Darnis juga menerima bantuan sembako, 10 Al-Qur’an, serta dukungan tambahan dari sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sumbar.

Mendengar bantuan tersebut, Darnis tak kuasa menahan haru. Ia memeluk anak laki-laki semata wayangnya sebagai ungkapan syukur atas perhatian yang diberikan pemerintah.

“Saya sangat bahagia dan bersyukur kepada Allah SWT atas bantuan dari Bapak Gubernur kepada kami. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah,” ucapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Solok, H. Candra menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur Sumbar terhadap masyarakat Kabupaten Solok, khususnya warga yang membutuhkan bantuan hunian layak.

Ia berpesan agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pembelian material dan biaya pembangunan rumah. Ia juga mendorong semangat gotong royong keluarga dan masyarakat sekitar agar proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat.

“Kalau bisa keluarga dan masyarakat sekitar ikut bergotong royong. Insyaallah Wali Nagari juga akan terus memantau dan membantu, sehingga rumah ini bisa ditempati dengan layak, mudah-mudahan sebelum Lebaran,” ujarnya.

Bantuan tersebut diharapkan menjadi awal bagi kehidupan yang lebih baik bagi Darnis dan keluarga, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membantu sesama. (Adpsb/nov/bud)

Babinsa 1623-07/Bebandem Hadiri RAT Koperasi Guna Harta di Desa Jungutan

 

Karangasem - Babinsa Desa Jungutan Koramil 1623-07/Bebandem Pelda I Nengah Taman menghadiri undangan Rapat Anggota Tahunan (RAT) masa berakhirnya Tahun Buku 2025 Koperasi Guna Harta yang digelar di Gedung Koperasi Guna Harta, Banjar Dinas Yeh Bunga, Desa Jungutan, Kec.Bebandem, Kab.Karangasem, pada Minggu (22/2/26).

Kegiatan RAT tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas UMKM, Disperindag dan Koperasi Kab.Karangasem, perwakilan Dekopinda Karangasem, Perbekel Desa Jungutan, Kepala Wilayah Yeh Bunga, Ketua Koperasi Guna Harta beserta pengurus, penasehat koperasi, pengawas koperasi, Ketua BPD Jungutan, serta para nasabah koperasi.

Dalam pelaksanaan RAT ini, selain penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus Tahun Buku 2025, juga dilaksanakan pemilihan pengurus Koperasi Guna Harta yang baru sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja koperasi ke depan.

Babinsa Desa Jungutan Pelda I Nengah Taman di sela-sela kegiatan menyampaikan, “Saya mengapresiasi pelaksanaan RAT dan pemilihan pengurus baru ini sebagai wujud transparansi di lingkungan koperasi. Saya berharap Koperasi Guna Harta dapat terus berkembang, profesional, serta mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota dan masyarakat Desa Jungutan.”

TIM 

Empat Rumah Terbakar, Pemko Segera Salurkan Bantuan untuk 24 Jiwa Terdampak

 

PADANG PANJANG — Pemerintah Kota bergerak cepat menyusul kebakaran yang menghanguskan empat unit rumah di RT 06 Sungai Andok, Kelurahan Kampung Manggis, Kecamatan Padang Panjang Barat (PPB), Jumat (20/2/2026), Peristiwa tersebut menyebabkan 24 jiwa dari lima kepala keluarga (KK) terdampak dan harus kehilangan tempat tinggal.

Wakil Wali Kota Allex Saputra langsung turun ke lokasi kejadian untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal. Ia didampingi Asisten I Setdako, I Putu Venda, serta jajaran terkait.

Dalam keterangannya, Allex menegaskan bahwa Pemerintah Kota akan segera menyalurkan bantuan darurat guna memenuhi kebutuhan dasar para korban.

“Saat ini yang terpenting adalah keselamatan dan kebutuhan dasar warga terdampak. Pemerintah hadir dan akan berupaya maksimal membantu para korban,” ujarnya.

Bantuan yang akan disalurkan meliputi kebutuhan sandang, pangan, serta penyediaan tempat tinggal sementara. Allex juga menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera memindahkan para pengungsi ke lokasi yang lebih aman dan layak.

“Segera bawa para pengungsi ke Masjid Nurul Khairat. Sebelum waktu berbuka mereka sudah harus berada di sana dan siapkan menu untuk berbuka bagi mereka,” tegasnya.

Selain bantuan logistik, Pemerintah Kota juga akan melakukan pendataan menyeluruh guna memastikan penanganan lanjutan, termasuk dukungan sosial dan rencana pemulihan pascakebakaran.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, seluruh rumah mengalami kerusakan berat sehingga para penghuni harus mengungsi sementara waktu.

Pemerintah Kota mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran serta memastikan instalasi listrik dan sumber api di rumah dalam kondisi aman, terutama pada waktu sore hingga malam hari. (cigus)

Safari Ramadan di Padang Pariaman, Wagub Vasko Serahkan Bantuan Bedah Rumah untuk Warga Kurang Mampu

PADANG PARIAMAN — Di sela rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1447 H/2026, Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menyerahkan bantuan bedah rumah senilai Rp25 juta beserta paket sembako kepada warga kurang mampu di Manggopoh Ujung Timur, Kecamatan Ulakan Tapakih, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (21/2/2026). Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang diserahkan Wagub tersebut bersumber dari BAZNAS Provinsi Sumbar.

Penerima bantuan itu bernama Evi Yanti (37), seorang ibu dengan lima orang anak yang harus berjuang sendiri untuk memenuhinkebutuhan keluarga sejak suaminya meninggal dunia. Selama ini, Evi dan anak-anaknya tinggal di rumah berdinding GRC board dengan atap rumbia berukuran sekitar 2,5 x 4 meter, dengan kondisi yang jauh dari kata layak.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Evi bekerja sebagai penganyam tikar daun pandan. Dari pekerjaan itu, dalam waktu dua minggu ia memperoleh pendapatan sekitar Rp80 ribu. Penghasilan tersebut digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup sekaligus membiayai pendidikan anak-anaknya.

“Ini ada bantuan untuk perbaikan rumah dari masyarakat Sumatera Barat melalui BAZNAS Sumbar, untuk membantu biaya renovasi agar rumah Ibu menjadi lebih layak dan nyaman dihuni,” ujar Vasko saat menyerahkan bantuan.

Ia menegaskan bahwa Safari Ramadan tidak hanya menjadi momentum mempererat silaturahmi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, dan masyarakat merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas hunian warga kurang mampu di Sumbar.

Sementara itu Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap warganya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian Pemerintah Provinsi. Semoga bantuan ini menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi Ibu Evi dan keluarga,” ujarnya.

Ia juga mengajak wali nagari dan masyarakat setempat untuk bergotong royong membantu proses pembangunan rumah tersebut sebagai bentuk kepedulian bersama. Koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak nagari pun langsung dilakukan di lokasi, dengan kesepakatan untuk mempercepat penyelesaian pembangunan rumah layak huni tersebut.

Sementara itu, usai menerima bantuan Evi Yanti tampak tak kuasa menahan haru. Ia mengaku tidak menyangka rumahnya akan dikunjungi langsung oleh Wakil Gubernur.

“Saya benar-benar terharu. Tidak pernah menyangka Pak Wakil Gubernur datang langsung ke rumah saya,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Sebelum menerima bantuan ini, Evi mengaku sudah sekitar dua tahun tinggal berpindah-pindah, bahkan sesekali menumpang di rumah orang tuanya karena kondisi rumahnya yang tidak memungkinkan untuk dihuni

Baginya, bantuan bedah rumah ini sangat berarti demi masa depan anak-anaknya. “Yang penting anak-anak bisa makan dan punya tempat tinggal yang tenang dan layak, meski sederhana, itu sudah cukup,” tuturnya.

Dengan adanya bantuan RTLH ini, diharapkan pembangunan rumah Evi dapat segera rampung. Sehingga, ia bersama keluarganya dapat menempati rumah yang lebih aman dan layak huni. (adpsb/cen/bud)

Pererat tali Silaturahmi, Anggota Polsek Sukorejo Mengikuti Kegiatan Minggu Kasih di Gereja GKJW

Polsek Sukorejo - Melalui kegiatan Minggu Kasih, Panit Binmas Polsek Sukorejo melaksanakan silaturahmi dan berdialog dengan jemaat Gereja GKJW, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, pada Minggu 22/2/2026.

Kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian Polri dalam menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat untuk mendengarkan aspirasi, saran, maupun keluhan terkait situasi kamtibmas di lingkungan tempat tinggal.

Dalam kesempatan itu, salah satu jemaat menyampaikan pertanyaan Bagaiamana mengurus akte kelahiran. 

Menanggapi hal tersebut, Panit Binmas Polsek Sukorejo menjelaskan Silahkan datang ke kantor dengan membawa Surat pengantar dari Desa/Kelurahan dan surat keterangan dari Bindan/RS yang menangani kelahira  Fc KTP serta KK orang tua. 

Kegiatan Minggu Kasih ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, serta menjadi sarana komunikasi yang efektif untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Sukorejo.

TIM 

JELANG RAMADHAN BUDAYAWAN NYADRAN DI MAKAM PAK SAKERA

 

PASURUAN - Puluhan Seniman Forum Pamong Kebudayaan (FPK) menyelenggarakan acara Nyadran di Makam Sagiman atau Pak Sakera, Desa Kolursari Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan Minggu (15/2/2026) pagi.

Ken Pamungkas, Wakil Ketua FPK Pasuruan mengatakan, acara tergelar karena sinergitas antara budayawan FPK yang berselaras dengan tokoh masyarakat, pemerintah dan juga masyarakat Kolursari khususnya lingkungan Bekacak tempat bersemayamnya Pak Sakera. 

"Apresiasi setinggi-tingginya kepada tokoh masyarakat dan warga Bekacak atas semangatnya dalam menghormati Pak Sakera sebagai tokoh pejuang Pasuruan" ujar pengusaha muda ini. 

Sementara itu Dr. Ronny Winarno, S.H., M.Hum., tokoh masyarakat Bangil menegaskan jika usulan para budayawan agar Pak Sakera mendapat gelar Pahlawan sudah selayaknya direspon. 

"Respon pemerintah seakan jalan ditempat terkait usulan Pak Sakera dapat gelar pahlawan", ujar mantan Rektor Unmer Pasuruan ini. 

Di tempat yang sama Ki Bagong Sabdo Sinukarto Ketua FPK Jatim (Jawa Timur) mengaku tetap sabar menunggu sampai di mana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan merespon aspirasi masyarakatnya yang berkeinginan ada gelar Pahlawan untuk Sagiman atau Pak Sakera. 

Dirinya malah mengacungi jempol untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasuruan yang menetapkan Sakera sebagai maskot Pilkada. 

"Salut dengan KPU, padahal kalau memang proses untuk gelar pahlawan itu rumit, sementara bisa menggunakan nama Sakera sebagai nama salah satu ruas jalan di Pasuruan", papar Bagong yang menggagas acara Nyadran lebih dari 10 tahun lalu. 

Selain diikuti S

eniman, acara kali ini juga diikuti beberapa siswa TK PGRI Kecamatan Pandaan.

TIM 

Mengecek Polsek Paling Ujung Perbatasan Sumatera Selatan–Bengkulu, Kapolda Tekankan Kebersihan dan Kesiapsiagaan

Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., M.Si. melaksanakan kunjungan dengan tema “Mengecek Polsek Paling Ujung Perbatasan Sumatera Selatan–Bengkulu” di wilayah hukum Polsek Bermani Ilir dan Polsek Taba Penanjung Senin(16/02/26)

Kegiatan yang didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polda Bengkulu tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana dalam menunjang pelaksanaan tugas, khususnya di wilayah perbatasan yang menjadi garda terdepan pelayanan Polri.

Dalam arahannya, Kapolda Bengkulu menekankan pentingnya menjaga kebersihan mako polsek dan lingkungan sekitar sebagai wujud kedisiplinan serta tanggung jawab anggota.

Selain melakukan pengecekan kondisi bangunan, ruang pelayanan, dan lingkungan mako, Kapolda juga memberikan motivasi kepada personel agar tetap semangat dalam bertugas meski berada di wilayah paling ujung perbatasan.

Kunjungan ini menjadi bukti komitmen pimpinan dalam memastikan seluruh jajaran, termasuk polsek di wilayah terluar, tetap dalam kondisi siap operasional dan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

TIM 

Wagub Vasko Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Kelurahan Taratak Padang Kampuang Kota Payakumbuh, Warga Setempat Menilai Sangat Tepat Sasaran

 


PAYAKUMBUH — Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, menyambangi langsung rumah Linda Rianti (45), warga Kelurahan Taratak Padang Kampuang, Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, Jumat (20/2/2026).

Rumah yang ditempati Linda bersama suami dan tiga anaknya itu sudah tidak layak huni. Rumah yang terbuat dari kayu tersebut, kondisinya cukup memprihatinkan. Beberapa ruas dindingnya belum tertutup rapi, hanya dilapisi seng bekas seadanya, sementara loteng rumahnya juga banyak yang sudah bolong.

Sebagai bentuk rasa empati kepada keluarga Linda, Wagub Vasko menyerahkan bantuan bedah rumah melalui program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) Baznas Sumbar senilai Rp25 juta. Selain itu, Wagub juga menyerahkan paket bantuan sembako kepada keluarga tersebut.

Kunjungan Wagub ke daerah tersebut merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah Pemerintah Provinsi Sumbar pada tahun 2026 ini.

Diketahui, Linda memiliki 3 orang anak, salah seorang di antaranya bersekolah di SMP Darussalam Aulia, Kota Payakumbuh. Namun, akibat keterbatasan ekonomi, anaknya tersebut menunggak biaya sekolah selama 10 bulan. Mengetahui hal tersebut, Wagub minta pelunasan tunggakan anak Linda dibantu Pemko Payakumbuh, melalui  Wakil Walikota Payakumbuh.

“Pak Wawa, tunggakan biaya sekolah ini, saya minta

tolong dibantu pelunasannya ya Pak Wawa,"ujar Wagub Vasko kepada Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman.

Linda mengungkapkan, dirinya sudah hampir empat tahun tinggal di rumah itu bersama suaminya, Zelmi (50) dan tiga anaknya yang masih usia sekolah. Sang suami sehari-hari bekerja sebagai penggembala kambing ternak milik tetangganya.

"Alhamdulillah. Kami sangat senang sekali dapat bantuan bedah rumah dari Pak Wagub. InsyaAllah bantuan ini akan segera kami manfaatkan,"ujar Linda dengan mata berkaca-kaca.

Ia mengatakan, selama ini keluarganya belum pernah menerima bantuan untuk perbaikan rumah yang mereka tempati. Bantuan yang datang hari ini, baginya serasa mimpi, sebab datangnya tiba-tiba dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

“Sekarang rasanya saya seperti bermimpi. Tanpa pemberitahuan, tiba-tiba Pak Wagub datang membawa bantuan. Kami sangat bersyukur, Alhamdulillah Allah sayang dengan keluarga kami,” tambahnya.

Linda pun berharap, Wagub dan seluruh pihak yang telah membantunya diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas oleh Allah SWT.

“Mudah-mudahan bapak Vasko dan rombongan selalu sehat, dimudahkan rezekinya, dilancarkan segala urusan, agar terus bisa membantu masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Fadli (48) menilai bantuan yang disalurkan Wagub Vasko sudah sangat tepat sasaran. Menurutnya, kondisi rumah yang ditempati Linda dan keluarga memang sudah sangat layak mendapat perhatian.

“Sangat efektif. Kelurga itu memang sudah lama ingin membangun, tapi belum bisa, karena keterbatasan ekonomi,” kata Fadli. (adpsb/cen/bud)

Padang - Kondisi sejumlah Rumah Gadang yang kian memprihatikan memantik perhatian serius Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar).

 

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy, mengungkapkan bahwa banyak Rumah Gadang yang kini berada dalam kondisi memprihatinkan, bahkan hampir ambruk. Situasi ini dinilai mengancam kelestarian sejarah dan identitas Minangkabau yang melekat kuat pada bangunan adat tersebut.

“Banyak banget Rumah Gadang yang sudah ambruk hampir hancur,” ujar Vasko Ruseimy. Ia menegaskan bahwa Rumah Gadang bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol sejarah dan kebesaran adat Minangkabau yang memiliki nilai historical sangat kuat," katanya dalam rapat dengan jajaran Dinas Kebudayaan (Disbud) Sumbar, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Pemprov Sumbar tengah memikirkan langkah konkret untuk mengalokasikan anggaran pemugaran. “Nah ini gimana caranya nanti kita alokasikan, siapkan anggaran buat kita pilih berapa Rumah Gadang nanti (untuk dipugar),” katanya.

Ia meminta agar dilakukan pemilihan terhadap sejumlah Rumah Gadang yang dinilai prioritas untuk diperbaiki dan dirawat kembali.

Lebih lanjut, Vasko menekankan pentingnya dukungan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam menyisihkan dana khusus untuk pelestarian bangunan bersejarah tersebut.

“Minta tolong nanti yah dimasukin yah, kita sisihkan berapa anggaran nanti minta sama TAPD, yang sejarah-sejarah itu penting tuh,” ucapnya.

Vasko menyoroti adanya Rumah Gadang milik kaum di tingkat nagari yang menyimpan kisah panjang sejarah. Ia menyebut bahwa setiap bangunan memiliki cerita tersendiri, mulai dari proses pembangunannya hingga dinamika yang pernah terjadi di masa lampau.

Namun, ia menegaskan bahwa upaya renovasi tidak boleh berhenti pada perbaikan fisik semata. “Renovasi itu jangan hanya sekedar kita renov, tapi kita buat historical-nya, ada story telling-nya di situ,” ujarnya.

Ia ingin agar setiap Rumah Gadang yang dipugar juga dilengkapi narasi sejarah yang memperkuat nilai edukasi bagi generasi muda.

Ia bahkan mencontohkan bahwa di balik setiap Rumah Gadang terdapat kisah Ninik Mamak yang membangunnya, hingga kemungkinan peristiwa sejarah seperti pernah dibakar Belanda atau cerita lain yang menjadi bagian perjalanan masyarakat Minangkabau. Seluruh cerita tersebut dinilai penting untuk didokumentasikan.

Vasko meminta Disbud Sumbar agar menyiapkan langkah pemetaan dan plotting segera disiapkan. “Disiapin yah pak (Kadis Kebudayaan) diploting, mengerti yah maksudnya. Pokoknya saya ingin melestarikan Rumah Gadang di Sumbar ini jangan sampai hilanglah,” tegasnya.

Komitmen Pemprov Sumbar ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan sejarah dan identitas budaya Minangkabau bagi masyarakat Sumbar.

Rumah Gadang dalam adat Minangkabau memiliki peran sentral sebagai pusat kehidupan kaum atau keluarga besar. Di dalamnya berlangsung musyawarah, pengambilan keputusan adat, hingga menjadi simbol eksistensi sebuah kaum di nagari. Keberadaan Rumah Gadang juga mencerminkan struktur sosial Minangkabau yang berbasis matrilineal. (*)

Polisi Amankan Pedagang Asal Wonosobo atas Dugaan Tindak Pidana terhadap Anak di Bawah Umur

 


Unit PPA Satreskrim Polres Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, menangkap seorang pria berinisial TN (48), asal Wonosobo, Jawa Tengah, terkait dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Kasatreskrim Polres Pessel, AKP Yogie Biantoro, menyampaikan bahwa tersangka ditangkap di Kantor Polres Pessel usai menjalani pemeriksaan pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

TN, yang diketahui berprofesi sebagai pedagang dan berdomisili di Kampung Bukik Kaciak, Kenagarian Bukik Kacik Lumpo, Kecamatan IV Jurai.

“Dari laporan tersebut Unit PPA Sat Reskrim Polres Pesisir Selatan, langsung melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka sesuai bukti permulaan yang cukup,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti permulaan yang cukup, Tim Tekab Darat Unit PPA Satreskrim Polres Pessel kemudian mengamankan tersangka.

Ia menyampaikan, TN telah ditahan dan dijerat Pasal 473 ayat (4) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Sumber: klik positif

Bukan Sekadar Monitoring dan Pengamanan, Babinsa dan Polisi Bangun Kedekatan dengan Jemaat HKBP Parongil

 

PARONGIL, DAIRI — Kehadiran aparat TNI dan Polri di tengah ibadah Minggu kerap identik dengan pengamanan. Namun, suasana berbeda terlihat di HKBP Resort Parongil, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, Minggu (22/2/2026). Babinsa Koramil 03/Parongil Kodim 0206/Dairi Serka Supriyadi bersama Bhabinkamtibmas Polsek Parongil tidak hanya melakukan monitoring, tetapi juga membangun kedekatan dengan jemaat.

Ibadah yang dimulai pukul 10.30 WIB itu dipimpin oleh Pdt E. Siahaan dengan mengangkat tema “Jonok Do Debata Uju Jou Jou Au” (Andung 3:49-57). Sekitar 400 jemaat mengikuti rangkaian kebaktian dengan khusyuk. Di sela kegiatan, personel Koramil 03/Parongil dan anggota Polsek Parongil tampak berbaur secara humanis, menyapa dan berbincang singkat dengan jemaat, tanpa mengurangi kekhidmatan ibadah.

Serka Supriyadi menjelaskan, monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib. Namun, menurutnya, kehadiran aparat tidak sebatas menjaga situasi kamtibmas, melainkan juga sebagai bentuk kepedulian dan pembinaan teritorial. “Kami ingin masyarakat merasa nyaman dan terlindungi saat beribadah. Kehadiran kami adalah bagian dari pelayanan kepada warga,” ujarnya.

Pendekatan persuasif yang dilakukan TNI-Polri ini mendapat respons positif dari jemaat. Kehadiran aparat yang bersikap ramah dan komunikatif dinilai mampu menciptakan suasana lebih hangat serta mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat. Selama kegiatan berlangsung hingga selesai, situasi tetap aman dan kondusif.

Terpisah, Danramil 03/Parongil Kapten Inf Hernandez menegaskan bahwa sinergitas TNI-Polri akan terus diperkuat dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk ibadah keagamaan. Ia menekankan bahwa membangun kedekatan emosional dengan warga merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas wilayah. “Kami hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat,” tegasnya. (Prajurit Pena)

Bareskrim Sita Seluruh Emas di Toko Semar Nganjuk, Diduga Terkait Pencucian Uang Rp25,8 Triliun

 

NGANJUK – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di Toko Emas Semar yang berlokasi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Penggeledahan ini terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang bersumber dari aktivitas pertambangan emas ilegal atau Penambangan Tanpa Izin (PETI).

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana berbeda dari biasanya. Etalase toko yang umumnya dipenuhi perhiasan tampak kosong setelah tim penyidik mengamankan sejumlah barang bukti dari dalam toko.

Penggeledahan Serentak di Tiga Lokasi

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa penggeledahan dilakukan secara serentak di tiga lokasi pada Kamis, 19 Februari 2026.

Proses penggeledahan di Toko Emas Semar Nganjuk berlangsung intensif dan memakan waktu hampir 17 jam. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aset yang diduga berkaitan dengan aliran dana ilegal dapat diamankan sebagai barang bukti.

Transaksi Emas Ilegal Capai Rp25,8 Triliun

Kasus ini terungkap berdasarkan hasil analisis dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Dari hasil penelusuran, total nilai transaksi jual beli emas yang diduga berasal dari pertambangan ilegal selama periode 2019 hingga 2025 mencapai Rp25,8 triliun.

“Transaksi pembelian emas dari tambang ilegal ini dilakukan sebagian atau seluruhnya kepada perusahaan pemurnian emas dan perusahaan eksportir,” ujar Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak dalam keterangannya.

Modus Pencucian Uang Lewat Rantai Bisnis Emas Resmi

Dalam perkara ini, pelaku diduga mencuci uang hasil tambang ilegal dengan memasukkannya ke dalam rantai bisnis emas resmi. Skema tersebut melibatkan toko emas, perusahaan pemurnian, hingga eksportir, sehingga dana hasil kejahatan tampak sebagai transaksi legal.

Bareskrim Polri menegaskan, penindakan ini tidak hanya bertujuan menegakkan hukum, tetapi juga menyelamatkan keuangan negara dari potensi kerugian akibat transaksi ilegal yang tidak tercatat dan tidak dikenai pajak.

Dampak Penindakan Tambang Ilegal

Kepolisian berharap pengungkapan kasus TPPU dari tambang emas ilegal ini memberikan dampak luas, antara lain:

  1. Efek jera bagi pelaku pertambangan ilegal di Indonesia.

  2. Perlindungan lingkungan, dengan menekan aktivitas tambang liar yang merusak ekosistem.

  3. Pencegahan kebocoran keuangan negara, khususnya dari sektor pertambangan dan perdagangan emas.

Hingga kini, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi serta dokumen yang disita dalam penggeledahan. Penelusuran jaringan pencucian uang dan aliran dana terkait kasus ini terus dikembangkan.

Jaga Keselamatan, KAI Sumbar Imbau Masyarakat Jangan Ngabuburit di Jalur Kereta Api

 

Dalam rangka menjaga keselamatan perjalanan kereta api selama bulan suci Ramadhan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sekitar jalur rel, termasuk kegiatan menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit).

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menegaskan bahwa area jalur kereta api merupakan zona terbatas yang diperuntukkan khusus bagi operasional perkeretaapian dan bukan untuk aktivitas masyarakat.

“Setiap Ramadhan masih kami temukan warga yang berkumpul, duduk, atau bermain di sekitar rel, baik menjelang berbuka maupun saat sahur. Kami mengingatkan bahwa jalur kereta api bukan ruang publik untuk beraktivitas. Risiko kecelakaan sangat besar dan dapat membahayakan keselamatan jiwa,” ujar Reza.

Larangan beraktivitas di jalur rel telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Pada Pasal 181 ayat (1) disebutkan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api serta melakukan tindakan seperti menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel, maupun menggunakan jalur rel untuk kepentingan selain angkutan kereta api.

Adapun sanksi terhadap pelanggaran aturan tersebut tercantum dalam Pasal 199 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007, yakni pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda maksimal Rp15.000.000.

Sebagai langkah preventif, KAI Divre II Sumbar secara konsisten melaksanakan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat, termasuk ke sekolah-sekolah dan komunitas, guna meningkatkan pemahaman akan bahaya beraktivitas di sekitar jalur rel.

Selain itu, pengamanan di sepanjang jalur juga diperkuat melalui peningkatan patroli serta penempatan personel keamanan di titik-titik yang dinilai rawan. KAI turut berkoordinasi dengan aparat setempat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitar wilayah operasional kereta api.

Memasuki periode Angkutan Lebaran 2026, KAI Divre II Sumbar semakin mengintensifkan pengawasan dengan menggelar safety talk, inspeksi rutin, serta pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan seluruh aspek operasional berjalan aman dan tertib.

Petugas keamanan juga disiagakan di sejumlah lokasi strategis, khususnya perlintasan sebidang tidak terjaga dengan tingkat lalu lintas kendaraan yang tinggi. Perhatian khusus juga diberikan pada Daerah Perhatian Khusus (DAPSUS) yang memiliki potensi risiko gangguan keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api.

Reza menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan dengan tidak beraktivitas di sekitar jalur rel. Apabila melihat kegiatan mencurigakan atau berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada petugas KAI atau pihak berwenang,” jelasnya.

Pada momentum Angkutan Lebaran, KAI kembali mengingatkan pengguna jalan agar selalu waspada saat melintasi perlintasan sebidang. Dahulukan perjalanan kereta api dan jangan pernah menerobos palang perlintasan demi keselamatan bersama.

Dengan berbagai langkah pengamanan dan edukasi yang dilakukan, KAI Divre II Sumbar berharap tercipta lingkungan perkeretaapian yang aman, tertib, dan nyaman, khususnya selama Ramadhan dan menjelang Lebaran. “Keselamatan adalah prioritas utama dan membutuhkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat,” tutup Reza.

Sumber: Langgam ID

Polsek Linggo Sari Baganti Bubarkan Balap Liar di Jalan Lintas Padang - Bengkulu

 

Menanggapi keresahan masyarakat terkait aksi balap liar dan kebut-kebutan, Polsek Linggo Sari Baganti menggelar operasi penertiban di Ruas Jalan Lintas Padang - Bengkulu, tepatnya di Kampung Tanjung Medan, Nagari Air Haji Tengah, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, pada Jumat pagi (20/2/2026).

Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Linggo Sari Baganti, AKP Welly Anoftri, S.H., berdasarkan laporan informasi dari Unit Intelkam dan aduan warga setempat. Kehadiran personel kepolisian di lokasi bertujuan untuk menghentikan aksi berbahaya para remaja yang kerap memanfaatkan jalur lintas utama tersebut, guna menjamin keamanan serta kenyamanan para pengguna jalan.

Dalam pelaksanaannya, tim gabungan Polres Pesisir Selatan menggunakan strategi pemantauan terselubung dengan kendaraan pribadi untuk mengidentifikasi pelaku utama di tengah kerumunan sekitar 200 remaja yang memadati lokasi. Meski massa sempat membubarkan diri saat mendengar sirine kendaraan dinas yang melintas, ketegasan personel Polres Pesisir Selatan membuahkan hasil dengan diamankannya enam unit sepeda motor yang diduga kuat sebagai sarana balap liar. 

Kendaraan-kendaraan tersebut umumnya ditemukan dalam kondisi "trondol" atau modifikasi tidak standar tanpa plat nomor polisi, yang kini telah dibawa ke Mako Polsek Linggo Sari Baganti untuk diproses lebih lanjut. Kapolsek Linggo Sari Baganti memastikan bahwa patroli serupa akan terus diintensifkan demi menjaga stabilitas kamtibmas dan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat kebut-kebutan di jalan raya.

#kabarpessel

Kapolda Sumsel Perkuat Kolaborasi Bersama FKUB, MUI dan LDII untuk Jaga Kamtibmas

 

PALEMBANG - Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Sandi Nugroho menerima silaturahmi dari Forum Kerukunan Umat Beragama(FKUB), Majelis Ulama Indonesia(MUI) dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia(LDII) pada hari Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di Ruang Delegasi Lantai 2 Gedung Presisi Mapolda Sumsel.

Silaturahmi tersebut dilaksanakan dalam rangka memperkuat kolaborasi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sumatera Selatan dengan Polda Sumsel dalam rangka menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Sumsel.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumsel, Dr. H. Syarnubi Soman, mengapresiasi keterbukaan Kapolda dalam membangun komunikasi lintas agama.

“Kami mengapresiasi keterbukaan Kapolda Sumsel dalam menerima silaturahmi ini sebagai upaya memperkuat sinergitas antara kepolisian dan tokoh lintas agama. Secara umum, kondisi kerukunan umat beragama di Sumatera Selatan berjalan kondusif dan harmonis. Namun terdapat dinamika internal, khususnya dalam penyiaran dakwah di ruang publik dan media sosial, yang perlu menjadi perhatian bersama agar tidak menimbulkan kegaduhan,” ujarnya .

Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :

Call Center : 110 (Bebas 

Rp545 Juta Zakat Disalurkan Baznas, Dukung Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Mustahik

 

PADANG PANJANG,  – Komitmen memperkuat kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan melalui penyaluran zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang Panjang. 

Sebanyak Rp545.731.000 disalurkan kepada 282 mustahik dalam berbagai program pemberdayaan, Jumat (20/2/2026), di Masjid Agung Manarul 'Ilmi Islamic Centre.

Penyaluran zakat tersebut mencakup sejumlah program unggulan, yakni Padang Panjang Makmur bagi 202 mustahik, Padang Panjang Cerdas 33 mustahik, Padang Panjang Sehat 15 mustahik, Padang Panjang Peduli empat mustahik, Anak Didik Binaan Baznas 10 mustahik, serta CSR Wardah untuk 18 mustahik.

Wakil Wali Kota, Allex Saputra yang menyerahkan bantuan secara simbolis, menegaskan, zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen strategis dalam membangun kemandirian umat.

“Zakat adalah perwujudan solidaritas sosial yang nyata. Ketika dikelola secara profesional dan transparan, zakat mampu menjadi solusi dalam mengurangi kemiskinan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara Pemerintah Daerah dan Baznas menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi daerah yang religius, berdaya saing, dan sejahtera. Pembangunan, katanya, tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan aspek sosial dan spiritual.

Ketua Baznas, Novi Hendri menjelaskan, bantuan yang disalurkan difokuskan pada sektor ekonomi produktif, pendidikan, dan kesehatan. Khusus pada program Padang Panjang Sehat, banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan biaya pengobatan rutin ke luar daerah seperti Padang dan Bukittinggi.

“Kami tetap melakukan survei lapangan untuk proposal yang belum terealisasi. Penyaluran dilakukan bertahap agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan mustahik,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh muzakki, terutama ASN, jajaran Kemenag, serta para donatur lainnya yang telah mempercayakan penyaluran zakat melalui Baznas.

Melalui pengelolaan zakat yang akuntabel dan berorientasi pemberdayaan, Baznas berharap bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan jangka panjang bagi para mustahik di Padang Panjang. (shintia)

Kapolda Sumsel Hadiri Pengajian Ramadhan Bersama Forkopimda dan BUMN

 


Palembang - Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menghadiri kegiatan Pengajian Ramadhan 1447 H bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Ar-Ra’iya, Kompleks DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (21/2/2026) malam, menjadi momentum strategis untuk memperkuat stabilitas keamanan melalui pendekatan religius dan kebersamaan.

Sejak awal kegiatan, jajaran pimpinan daerah melaksanakan shalat Isya berjamaah dengan khidmat. Kehadiran Kapolda Sumsel dalam Safari Ramadhan 1447 H ini menegaskan komitmen Polda Sumsel dalam mengedepankan soft approach serta strategi cooling system guna menjaga situasi kamtibmas Sumatera Selatan tetap kondusif.

Selain itu, kegiatan Pengajian Ramadhan DPRD Sumsel ini juga memperkuat soliditas Forkopimda. Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Kapolda Sumsel dan jajaran. Ia menekankan bahwa bulan suci Ramadhan harus menjadi momentum meningkatkan kepedulian sosial serta mempererat kolaborasi lintas instansi demi pembangunan Sumatera Selatan yang berkelanjutan.

Selanjutnya, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel yang mewakili Gubernur menyampaikan bahwa sinergi Forkopimda menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas wilayah. Menurutnya, pembangunan daerah akan berjalan optimal apabila keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga secara konsisten.

Dalam sesi tausiyah Ramadhan 1447 H, penceramah mengingatkan jemaah tentang pentingnya integritas, amanah, dan tanggung jawab sebagai pemimpin maupun pelayan publik. Pesan tersebut selaras dengan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat serta menjaga kepercayaan publik.

Kapolda Sumsel melalui Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan keagamaan memiliki peran strategis dalam memperkuat stabilitas keamanan daerah. 

#poldasumsel #bidhumaspoldasumsel


Wako Solok Pimpin Tim I Safari Ramadhan, Sampaikan Sejumlah Program Strategis

 

SOLOK KOTA - Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM memimpin langsung Tim I Safari Ramadhan Pemerintah Daerah Kota Solok yang terdiri dari unsur DPRD, kepala OPD, pimpinan instansi vertikal, pimpinan perbankan, BUMD, kementerian agama, serta insan pers mengunjungi Masjid Al Aqsa Gawan, Sabtu (21/02/2026). Kunjungan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyampaian berbagai program pembangunan kepada masyarakat.

Sebelum pelaksanaan safari, kegiatan diawali dengan buka puasa bersama di Rumah Dinas Wali Kota Solok yang diikuti sebanyak 22 Tim Safari Ramadhan Kota Solok. Momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang memperkuat kebersamaan antara pimpinan daerah dan seluruh tim yang akan turun ke Masjid yang ada di Kota Solok.

Dalam sambutannya di hadapan jamaah, Wali Kota menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Solok terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu capaian penting adalah diraihnya penghargaan Universal Health Coverage (UHC), yang menjamin akses pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

“Alhamdulillah, ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” ujar Wako.

Selain itu, Pemko Solok juga memberikan perlindungan kepada pekerja rentan melalui program BPJS Ketenagakerjaan, khususnya bagi masyarakat yang bekerja dengan risiko tinggi di luar rumah.

Wako juga mengungkapkan bahwa RSUD Serambi Madinah kini telah mulai beroperasi dengan fasilitas dan tenaga medis yang memadai, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi warga.

Tak hanya itu, pemerintah juga telah menggratiskan tagihan air bagi masjid dan mushalla melalui kebijakan bersama PDAM Kota Solok sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan.

Di bidang infrastruktur, Wako mengakui masih adanya lampu jalan yang mengalami kerusakan. Namun, pemerintah daerah saat ini tengah mengupayakan solusi agar segera dapat diperbaiki.

Selain itu, ASN juga terus digerakkan untuk melaksanakan gotong royong menjaga kebersihan lingkungan.

Kabar baik lainnya, Pemerintah Kota Solok juga akan melaksanakan revitalisasi Taman Kota Solok pada tahun 2026 guna meningkatkan kualitas ruang terbuka bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Wako juga mengajak seluruh orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak sebagai upaya menjaga generasi muda dari pengaruh negatif.

“Kami berharap dukungan dan doa masyarakat agar seluruh program pembangunan dapat berjalan dengan baik demi terwujudnya Kota Solok yang diberkahi, maju, sehat, dan sejahtera,” tutupnya.

Kegiatan Safari Ramadhan ditutup dengan penyerahan bantuan untuk masjid dan tausiyah agama. Kehadiran Tim Safari Ramadhan pun disambut antusias oleh jamaah setempat.

TIM 

Modus Kadis PU Labura Tersangka Penipuan: Janjikan Proyek-Minta Rp 600 Juta

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Labuhanbatu Utara berinisial ED ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan. ED diduga menawarkan proyek pekerjaan kepada seorang korban berinisial PS dengan iming-iming tertentu.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto menjelaskan bahwa dalam menjalankan aksinya, ED meminta sejumlah uang kepada korban. Total dana yang diminta mencapai sekitar Rp 600 juta dan telah ditransfer oleh PS sesuai permintaan tersangka.

Namun, setelah uang tersebut diserahkan, proyek yang dijanjikan tidak pernah direalisasikan. Hingga batas waktu yang disepakati, korban tidak mendapatkan pekerjaan apa pun sebagaimana yang dijanjikan oleh ED.

Merasa dirugikan, PS akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polrestabes Medan. Dari laporan itu, penyidik kemudian melakukan penyelidikan hingga menetapkan ED sebagai tersangka dalam perkara dugaan penipuan.

Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak juga membenarkan keterlibatan ED dalam kasus tersebut. Ia memastikan bahwa perkara yang menjerat kepala dinas tersebut berkaitan dengan tindak pidana penipuan.

TIM 

Polresta Deliserdang Gagalkan Pengiriman 21 KG sabu dari Aceh ke Belawan yang Akan dibawa ke Jakarta via jalur darat.

 

Deli Serdang - Polresta Deli Serdang menggagalkan pengiriman 21 kilogram sabu asal Aceh yang hendak dibawa ke Jakarta. Dua orang tersangka ditangkap di Jalan Lintas Medan-Lubuk Pakam.

"Ada 20 bungkus sabu dengan berat 21.142 gram yang kami amankan," kata Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang, Kompol Ferry Kusnadi, Minggu (22/2/2026).

Sabu tersebut disita dari Rahmad (29), warga Desa Garot, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Aceh dan Zulfikar alias Fikar (34), warga Desa Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.

"Kedua tersangka ditangkap di Jalan Lintas Medan-Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang," ujarnya.

Ferry menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi adanya pengiriman sabu dari Aceh ke Belawan yang selanjutnya akan dibawa ke Jakarta via jalur darat.

"Tim kami melakukan penyelidikan di kawasan Pajak Baru, Belawan. Sehari kemudian, polisi memantau pergerakan kedua terduga," ucapnya.

Pada (10/2/2026), kedua pelaku diketahui bergerak menggunakan taksi online menuju Jalan Medan-Lubuk Pakam dengan membawa satu tas ransel dan satu koper. Polisi kemudian membuntuti para pelaku dan menangkap keduanya sekira pukul 09.00 WIB.

"Pelaku naik taksi daring menuju Lubuk Pakam. Saat tiba di Lubuk Pakam, pelaku ditangkap," ucapnya.

Dari hasil penggeledahan, ditemukan 20 bungkus plastik teh Cina warna hijau berisi sabu dengan berat bruto sekitar 21.142 gram. Barang bukti disimpan di dalam tas gunung dan koper pakaian.

Selain sabu, polisi turut menyita dua unit telepon seluler milik para pelaku.

Sabunya disimpan didalam tas Gunung," ujarnya

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sabu tersebut rencananya akan dibawa keduanya ke Jakarta.

"Saat kita introgasi sabu ini mau dikirim ke Jakarta sama dua orang tersangka,"ucapnya.

Keduanya mengaku mendapatkan narkoba tersebut dari seseorang berinisial MR. Saat ini Polisi masih memburu seorang pengendali berinisial MR yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Keduanya mengaku dapat sabu tersebut seseorang inisial MR,"ujarnya.

Saat ini, kedua tersangka ditahan di Satresnarkoba Polres Deli Serdang untuk proses hukum lebih lanjut.

Teks fto:Bawa 21 Kg Sabu Menuju Jakarta, 2 Kurir Narkoba Ditangkap di Deli Serdang

Sumber:detiksumut

@sorotan #fyp #belawan #sabu

Korban Kebakaran Sungai Andok Terima Bantuan Lanjutan dari Pemko, Baznas dan Bank Nagari

 

PADANG PANJANG,  — Kepedulian terhadap. korban kebakaran di RT 6 Kelurahan Sungai Andok, Kelurahan Kampung Manggis, Kecamatan Padang Panjang Barat (PPB) terus berlanjut. 

Setelah sebelumnya Pemerintah Kota menyalurkan bantuan kebutuhan dasar, bantuan lanjutan kembali diberikan bersama Baznas dan Bank Nagari, Sabtu (21/2/2026), di lokasi pengungsian sementara di Masjid Nurul Khairat.

Pemko melalui Dinas Sosial PPKBPPPA menyerahkan bantuan berupa peralatan dapur dan paket sembako. Sementara itu, Bank Nagari menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp5 juta.

Baznas melalui Program Padang Panjang Peduli turut memberikan bantuan bagi empat rumah terdampak, masing-masing senilai Rp15 juta. Bantuan tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan bahan bangunan yang pembeliannya difasilitasi langsung oleh Baznas sesuai kebutuhan korban.

Dalam musibah tersebut, empat rumah terdampak yang dihuni lima kepala keluarga dengan total 24 jiwa. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Kejaksaan Negeri, Adhi Setyo Prabowo, Ketua Baznas, Novi Hendri, sejumlah pejabat Pemko, serta tokoh masyarakat setempat.

Adhi menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang dialami warga.

“Kami turut berbelasungkawa atas musibah ini. Semoga para korban diberikan kesabaran dan kekuatan, serta bantuan yang diberikan dapat meringankan beban,” ujarnya.

Sementara Novi Hendri mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan kepada Baznas.

“Musibah ini tentu tidak kita inginkan. Kami mengajak para korban untuk bersabar. Bantuan ini berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang kami distribusikan melalui Program Padang Panjang Peduli. Terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan dananya,” ungkapnya.

Sementara itu, Pimpinan Bank Nagari Cabang Kelas D Balai Kota, Asmi Hartati turut menyampaikan rasa duka dan harapan agar para korban dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.

Ketua KAN Bukit Surungan, Faiz Fauzan El Muhammady Datuak Bagindo Marajo, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian berbagai pihak terhadap warganya yang tertimpa musibah.

“Dengan adanya bantuan ini, kami berharap para korban kebakaran dapat segera memulihkan kondisi dan membangun kembali rumah serta kehidupan mereka,” tuturnya. (harris)

Kapolda Sumsel hadiri pengajian Ramadhan bersama forkopimda dan BUMN

 

Palembang - Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi. Nugroho menghadiri kegiatan Pengajian Ramadhan 1447 H bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Ar-Ra’iya, Kompleks DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (21/2/2026) malam, menjadi momentum strategis untuk memperkuat stabilitas keamanan melalui pendekatan religius dan kebersamaan.

Sejak awal kegiatan, jajaran pimpinan daerah melaksanakan shalat Isya berjamaah dengan khidmat. Kehadiran Kapolda Sumsel dalam Safari Ramadhan 1447 H ini menegaskan komitmen Polda Sumsel dalam mengedepankan soft approach serta strategi cooling system guna menjaga situasi kamtibmas Sumatera Selatan tetap kondusif.

Selain itu, kegiatan Pengajian Ramadhan DPRD Sumsel ini juga memperkuat soliditas Forkopimda. Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Kapolda Sumsel dan jajaran. Ia menekankan bahwa bulan suci Ramadhan harus menjadi momentum meningkatkan kepedulian sosial serta mempererat kolaborasi lintas instansi demi pembangunan Sumatera Selatan yang berkelanjutan.

Selanjutnya, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel yang mewakili Gubernur menyampaikan bahwa sinergi Forkopimda menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas wilayah. Menurutnya, pembangunan daerah akan berjalan optimal apabila keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga secara konsisten.

Dalam sesi tausiyah Ramadhan 1447 H, penceramah mengingatkan jemaah tentang pentingnya integritas, amanah, dan tanggung jawab sebagai pemimpin maupun pelayan publik. Pesan tersebut selaras dengan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat serta menjaga kepercayaan publik.

Kapolda Sumsel melalui Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan keagamaan memiliki peran strategis dalam memperkuat stabilitas keamanan daerah.

“Bapak Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho memandang kegiatan keagamaan sebagai fondasi membangun kebersamaan dan mempererat silaturahmi. Melalui momentum Safari Ramadhan ini, koordinasi antar unsur Forkopimda dalam me

TIM 

Pererat Silaturahmi, Wako Hendri Arnis Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Salurkan Zakat Baznas

 

PADANG PANJANG,  — Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti rumah dinas Wali Kota Padang Panjang saat digelar buka puasa bersama anak yatim, garin masjid dan musala, serta berbagai elemen masyarakat, Sabtu (21/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota, Hendri Arnis turut menyalurkan zakat dan infak dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai wujud kepedulian dan penguatan silaturahmi di bulan suci Ramadan.

Zakat Baznas melalui Program Padang Panjang Peduli disalurkan kepada 121 garin masjid dan musala. Masing-masing garin menerima Rp250 ribu, dengan total dana yang disalurkan Rp30.250.000.

Selain itu, infak juga diberikan kepada 26 anak yatim dari Panti Asuhan Tri Murni. Setiap anak menerima bantuan Rp150 ribu.

Wako Hendri menyampaikan, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan antara pemerintah, Baznas, dan masyarakat.

“Ramadan adalah bulan penuh keberkahan dan momentum terbaik untuk mempererat silaturahmi serta meningkatkan kepedulian sosial. Melalui zakat dan infak yang disalurkan Baznas, kita berharap dapat membantu meringankan beban para garin masjid dan musala, serta membahagiakan anak-anak yatim,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ketua Baznas, Novi Hendri menjelaskan, zakat dan infak yang disalurkan merupakan amanah dari para muzaki dan munfik.

“Bantuan ini berasal dari kepercayaan para muzaki dan munfik kepada Baznas. Kami berkomitmen menyalurkannya secara transparan dan tepat sasaran,” jelasnya.

Sebelum berbuka puasa, tausiah disampaikan oleh Buya Zulhamdi yang mengingatkan keutamaan memberi makan orang yang berpuasa. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW tentang besarnya pahala bagi orang yang memberi makan kepada mereka yang berpuasa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota, Allex Saputra, Kapolres AKBP Wisnu Hadi, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Padang Panjang. (harris)

Tim Safari Ramadan Provinsi Sumatera Barat Kunjungi Masjid Al Faizin Baringin, Serahkan Bantuan dan Sampaikan Program Prioritas, Termasuk Pembangunan Jembatan dan Rehabilitasi Jalan

 

Tanah Datar — Tim Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi, Arry Yuswandi, mengunjungi Masjid Al Faizin Pincuran VII, Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum, Sabtu (20/2/2026). Kunjungan ini menjadi Safari Ramadan perdana Pemprov Sumbar di Kabupaten Tanah Datar pada Ramadan tahun ini.

Rombongan Sekda disambut Sekretaris Daerah Tanah Datar dan melaksanakan buka puasa bersama di Gedung Indojolito Batusangkar sebelum melanjutkan kegiatan safari.

Dalam kegiatan tersebut, Sekda turut didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sumbar Ny. Arimby Arry, pimpinan Bank Nagari, penceramah Ustaz Rahimul Amin, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Tanah Datar.

Dalam sambutannya, Arry Yuswandi menyampaikan sejumlah program prioritas pemerintah provinsi, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan perekonomian masyarakat, hingga pembangunan infrastruktur.

Di sektor infrastruktur kata Arry, pemerintah provinsi menitikberatkan pemerataan pembangunan sarana dan prasarana, termasuk perbaikan serta pembangunan jalan dan jembatan.

“Untuk Kabupaten Tanah Datar, tahun ini direncanakan pembangunan jembatan di Simpang Manunggal yang rusak akibat bencana dan saat ini dalam proses tender. Selain itu, akan dilakukan juga rehabilitasi ruas jalan Baso–Batusangkar,” ujarnya.

Mengingat Tanah Datar merupakan daerah rawan bencana, Sekda juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi merusak alam guna meminimalkan risiko bencana.

Pada kesempatan tersebut, Sekda juga menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk Masjid Al Faizin. Selain itu, Bank Nagari turut memberikan bantuan Rp5 juta, serta 40 Al-Qur’an dari sumbangan ASN Pemprov Sumbar yang diserahkan kepada pengurus masjid.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Tanah Datar, Abdurrahman Hadi, mewakili Bupati Tanah Datar menyampaikan ucapan selamat datang kepada Sekda Provinsi Sumbar beserta Tim Safari Ramadan.

Ia menyebut kunjungan Safari Ramadan di awal Ramadan ini merupakan kehormatan dan bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kepada masyarakat Tanah Datar.

Menurutnya, kehadiran tim safari diharapkan dapat menyampaikan informasi pembangunan provinsi, menyerap aspirasi masyarakat, serta menjadi bahan evaluasi untuk sinkronisasi pembangunan antara pemerintah provinsi dan kabupaten.

Sekda Tanah Datar juga memaparkan kondisi daerah yang terdampak bencana serta menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah provinsi dan pusat.

“Alhamdulillah, saat ini kita telah memasuki tahap rekonstruksi pascabencana. Tanah Datar mendapat banyak perhatian, baik dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat, maupun berbagai pihak, terutama dalam penanganan saat dan pasca bencana,” ujarnya.

Bahkan, beberapa hari sebelumnya juga telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana yang berlokasi bersebelahan dengan kawasan hunian terpadu korban banjir bandang lahar dingin Merapi 2024.

Sekda juga menyampaikan berbagai program unggulan Pemerintah daerah dan perhatian yang tinggi pada bidang keagamaan. (*)

(Et/Hp)

Putra Selayang Pandang

TSR Pemko Kunjungi Masjid Taqwa Muhammadiyah, Salurkan Bantuan Rp40 Juta

 


PADANG PANJANG, — Tim Safari Ramadan (TSR) Pemerintah Kota Padang Panjang kunjungi Masjid Taqwa Muhammadiyah, Jumat (20/2/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadan yang dilaksanakan selama bulan suci.

Rombongan dipimpin Wali Kota, Hendri Arnis, didampingi Wakil Wali Kota, Allex Saputra, Ketua DPRD, Imbral, unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala OPD. Tausiah Ramadan disampaikan oleh Buya Hamidi.

Wako Hendri menyampaikan, Safari Ramadan merupakan momentum mempererat ukhuwah antara Pemerintah Daerah dan masyarakat, sekaligus sarana menyampaikan program pembangunan serta pesan-pesan keagamaan.

“Atas nama Pemko, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperbaiki diri. Bersama Forkopimda, kami akan mengunjungi masjid-masjid di Padang Panjang dalam rangka Safari Ramadan ini,” ujarnya.

Ia juga mengajak warga untuk tetap optimistis pascabencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, termasuk Padang Panjang. Menurutnya, berkat kerja cepat dan kolaborasi berbagai pihak, kondisi daerah berangsur pulih. Ia berharap ujian tersebut menjadi penguat kebersamaan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kota menyerahkan bantuan sebesar Rp30 juta untuk mendukung operasional dan pembangunan masjid. Selain itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang Panjang turut menyalurkan bantuan Rp5 juta, serta Bank Nagari sebesar Rp5 juta.

Dalam tausiahnya, Buya Hamidi mengingatkan pentingnya menjaga salat wajib serta meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Ia menegaskan manusia diciptakan untuk beribadah dan tunduk kepada Allah SWT sebagai bentuk penghambaan yang hakiki.

Sementara itu, Pengurus Masjid Taqwa, Yandri Naga menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian Pemerintah Kota. Ia menyebut Masjid Taqwa menjadi lokasi pertama yang dikunjungi TSR tahun ini.

Ia juga berharap adanya dukungan untuk perbaikan fasilitas tempat wudu dan toilet guna meningkatkan kenyamanan jamaah dalam beribadah. (andes)