Pulau Angso Duo Pariaman Berseri Sambut Ramadan dan Lebaran, Destinasi Favorit Dunsanak Pulang Kampuang

Ilustrasi Pulau Angso Duo Pariaman

PARIAMANPulau Angso Duo kembali menjadi magnet wisata menjelang bulan suci Ramadan hingga perayaan Lebaran 2026. Pulau kecil yang berada di lepas pantai Kota Pariaman ini menawarkan perpaduan panorama laut biru, pasir putih, serta nuansa religius yang kental, menjadikannya destinasi favorit bagi wisatawan dan dunsanak yang pulang kampung.

Menjelang Ramadan, pengelola wisata bersama masyarakat setempat mulai melakukan berbagai persiapan. Pembersihan area pantai, perbaikan fasilitas umum, hingga penataan spot foto dilakukan guna meningkatkan kenyamanan pengunjung. Langkah ini sekaligus memperkuat daya tarik Angso Duo sebagai destinasi wisata bahari unggulan di Sumatera Barat.

Akses Mudah dari Pantai Gandoriah

Untuk mencapai Pulau Angso Duo, pengunjung dapat menyeberang menggunakan perahu dari Pantai Gandoriah. Perjalanan singkat tersebut menghadirkan pengalaman tersendiri, dengan semilir angin laut dan pemandangan Samudra Hindia yang menenangkan, seolah menjadi pengantar memasuki bulan penuh berkah.

Wisata Alam dan Religi dalam Satu Destinasi

Keunikan Pulau Angso Duo tidak hanya terletak pada keindahan alamnya. Di pulau ini terdapat makam ulama yang kerap diziarahi, terutama menjelang Ramadan. Banyak peziarah datang untuk berdoa dan melakukan refleksi diri sebagai persiapan spiritual menyambut bulan suci.

Perpaduan wisata bahari dan wisata religi ini menjadikan Angso Duo berbeda dari destinasi pantai lainnya. Suasana khidmat terasa berdampingan dengan keceriaan wisata keluarga.

Lebaran, Momen Silaturahmi dan Kebersamaan

Saat Lebaran tiba, Pulau Angso Duo menjadi salah satu lokasi favorit untuk berkumpul bersama keluarga besar. Dunsanak yang pulang kampung memanfaatkan momen tersebut untuk bersilaturahmi sambil menikmati suasana pantai.

Tawa anak-anak yang bermain di pasir, sajian makanan khas Minangkabau, hingga kebersamaan lintas generasi menjadi pemandangan yang hampir selalu hadir setiap tahun. Tradisi ini memperkuat posisi Angso Duo sebagai bagian dari memori kolektif masyarakat Pariaman.

Dongkrak Ekonomi Masyarakat Lokal

Lonjakan kunjungan wisatawan juga membawa dampak ekonomi positif bagi warga sekitar. Pedagang lokal menjajakan aneka kuliner seperti sate, kelapa muda, dan makanan ringan khas Pariaman. Aktivitas ini turut menggerakkan roda perekonomian, terutama menjelang dan saat libur Lebaran.

Dengan pesona alam, nilai religi, dan kehangatan budaya Minangkabau, Pulau Angso Duo tetap menjadi destinasi istimewa setiap Ramadan dan Lebaran. Bagi banyak perantau, berkunjung ke pulau ini bukan sekadar berwisata, melainkan cara untuk kembali merasakan kedekatan dengan kampung halaman. (Ibrahim)