Bantahan Ahmad Osen Guncang Kredibilitas Berita Mentengnewsdotcom Soal Dugaan Pungli Kemenag Pasbar


ONENEWSINDO.COM, PASAMAN BARAT — Kredibilitas pemberitaan Mentengnewsdotcom terkait dugaan pungutan liar di lingkungan Kementerian Agama Pasaman Barat dan Sumatera Barat dipertanyakan, setelah narasumber utama yang dikutip, Ahmad Osen, menyatakan bantahan tegas dan menyebut dirinya difitnah.

“Tidak benar seperti yang diberitakan, saya difitnah,” ujar Ahmad Osen dalam konfirmasi langsung, merespons berita yang terbit pada Jumat, 17 April 2026.

Bantahan tersebut langsung menjadi titik krusial yang menggoyahkan dasar utama pemberitaan. Sebab, seluruh konstruksi narasi sebelumnya bertumpu pada kutipan yang kini tidak diakui oleh pihak yang disebut sebagai sumber.

Narasumber Membantah, Validitas Dipertanyakan

Ahmad Osen menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan keterangan sebagaimana yang ditulis dalam berita tersebut. Ia juga membantah isi percakapan yang dijadikan dasar tuduhan dugaan pungli.

Dalam praktik jurnalistik, bantahan dari narasumber utama merupakan elemen penting yang dapat mempengaruhi validitas keseluruhan informasi. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai asal-usul kutipan yang dipublikasikan.

Bukti Primer Tidak Ditampilkan

Penelusuran terhadap isi pemberitaan menunjukkan bahwa tuduhan serius yang disampaikan tidak disertai bukti primer yang dapat diverifikasi secara terbuka.

Tidak ditemukan:
Rekaman percakapan utuh
Tangkapan layar lengkap
Metadata komunikasi
Dokumen resmi pendukung
Bukti transaksi yang relevan

Padahal, dalam kasus dugaan pungli dan suap, keberadaan bukti tersebut menjadi elemen kunci untuk memperkuat kebenaran informasi.

Inkonsistensi dan Celah Informasi

Selain itu, terdapat indikasi inkonsistensi dalam penyebutan identitas narasumber dalam isi berita. Hal ini membuka kemungkinan terjadinya kekeliruan dalam penyusunan informasi.

Narasi yang dibangun juga cenderung bertumpu pada potongan informasi tanpa konteks utuh, sehingga berpotensi menimbulkan penafsiran yang tidak akurat.

Klarifikasi Soal Nomor WhatsApp

Terkait perubahan nomor WhatsApp yang disorot dalam pemberitaan, Ahmad Osen memberikan penjelasan bahwa pergantian tersebut dilakukan karena sering menerima gangguan atau teror dari nomor tidak dikenal.

Penjelasan ini menegaskan bahwa perubahan nomor tidak serta-merta berkaitan dengan isi percakapan yang dikutip dalam berita.

Menunggu Sikap Resmi Media

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat klarifikasi resmi dari pihak Mentengdotnews.com terkait bantahan yang disampaikan Ahmad Osen.

Ketiadaan penjelasan tersebut memunculkan ruang pertanyaan di tengah publik, terutama terkait proses verifikasi dan dasar penerbitan berita.

Penutup

Kasus ini menjadi pengingat bahwa dalam jurnalisme, terutama ketika menyangkut tuduhan serius terhadap individu maupun institusi, akurasi dan verifikasi tidak bisa ditawar.

Bantahan dari narasumber utama, ditambah dengan minimnya bukti yang dapat diuji, menunjukkan bahwa informasi yang beredar masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.

Publik berhak mendapatkan informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga benar dan dapat dipertanggungjawabkan.