Sebelumnya, peletakan batu pertama pembangunan Huntap telah dilakukan pada 4 Desember 2025 di depan Rusunawa Kelurahan Tanah Hitam, Kecamatan Padang Panjang Barat. Secara keseluruhan, direncanakan pembangunan 10 unit hunian dari hasil donasi yang dihimpun melalui berbagai platform oleh Willie Salim, Ustaz Dery Sulaiman, dan tim.
Wali Kota, Hendri Arnis, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat terdampak bencana.
“Awalnya peletakan batu pertama dilakukan di depan Rusunawa, namun lokasi ini memungkinkan untuk segera dieksekusi sehingga alhamdulillah sudah dapat dihuni warga terdampak. Untuk empat unit huntap lainnya direncanakan berlokasi di sebelah RSUD, dan ini menjadi yang pertama di Kota Padang Panjang,” ujarnya.
Wako Hendri juga menyampaikan, Pemerintah Kota terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum guna mendukung pembangunan huntap tambahan, sehingga seluruh warga terdampak dapat memperoleh tempat tinggal yang layak.
Ia menjelaskan, bangunan huntap tersebut tidak diserahkan sebagai aset pribadi, melainkan diizinkan untuk ditempati selama 10 tahun.
“Bangunan ini tidak diserahkan kepemilikannya, namun diizinkan untuk ditempati selama 10 tahun. Mohon dijaga dengan baik karena ini merupakan aset negara sekaligus berada di kawasan pembibitan ikan,” tuturnya.
Sementara itu, Willie Salim menyampaikan terima kasih kepada Pemko Padang Panjang atas dukungan dan kerja sama dalam merealisasikan pembangunan huntap tersebut.
“Alhamdulillah hari ini enam unit huntap sudah bisa diserahkan. Fasilitas listrik dan air bersih juga telah tersedia. Semoga hunian ini dapat membantu bapak dan ibu untuk melanjutkan kehidupan dengan lebih layak ke depan,” ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD, Imbral, Kepala Kejaksaan Negeri, Adhi Setio Prabowo, unsur Forkopimda, para kepala OPD, camat, lurah, serta undangan lainnya. (shintia)
