ONENEWSINDO.COM – Jemaah Tabligh merupakan gerakan dakwah Islam transnasional yang berakar dari India pada awal abad ke-20 dan kini memiliki jaringan luas, termasuk di Indonesia. Gerakan ini dikenal dengan pendekatan dakwah berbasis masjid, pembinaan kesalehan individu, serta sikap menjauhi politik praktis.
Lahir di Mewat, India
Jemaah Tabligh didirikan pada akhir 1920-an di wilayah Mewat oleh Maulana Muhammad Ilyas al-Kandhlawi. Ia berafiliasi dengan tradisi Deobandi dan pernah belajar di Darul Ulum Deoband.
Menurut kajian dalam Travellers in Faith suntingan Muhammad Khalid Masud (Brill, 2000), gerakan ini lahir dari upaya memperkuat praktik keagamaan dasar umat Islam melalui dakwah langsung. Metode utamanya adalah khuruj fi sabilillah—keluar berdakwah dalam periode tertentu—serta berpegang pada enam prinsip dasar (Sittah Sifat), seperti penguatan tauhid, shalat, dan dakwah.
Literatur yang sering digunakan dalam pengajian mereka adalah Fadhail A’mal karya Maulana Muhammad Zakariya al-Kandhlawi.
Markas internasional gerakan ini berada di Nizamuddin, New Delhi, dan jaringan globalnya berkembang pesat sejak pertengahan abad ke-20 ke Asia, Afrika, Eropa, hingga Amerika Utara.
Perkembangan di Indonesia
Di Indonesia, Jemaah Tabligh mulai dikenal sekitar 1950–1970-an dan berkembang lebih pesat pada 1980–1990-an. Aktivitasnya dilakukan melalui jaringan masjid dan kegiatan khuruj antarwilayah.
Berbeda dengan organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, Jemaah Tabligh tidak berbentuk organisasi massa formal dan tidak terlibat dalam politik elektoral. Pendekatannya berfokus pada pembinaan ibadah dan kesalehan personal.
Sejumlah studi akademik, termasuk karya Barbara D. Metcalf dan Yoginder Sikand, mengkategorikan Jemaah Tabligh sebagai gerakan reformisme Islam yang bersifat “quietist” atau non-politik, dengan orientasi pada transformasi moral individu.
(Ibrahim)
Sumber:
Masud, Muhammad Khalid (ed.). Travellers in Faith: Studies of the Tablighi Jama‘at as a Transnational Islamic Movement. Brill, 2000.
Metcalf, Barbara D. Islamic Revival in British India: Deoband, 1860–1900. Princeton University Press, 1982.
Sikand, Yoginder. The Origins and Development of the Tablighi Jama'at (1920–2000). Orient Longman, 2002.

