ONENEWSINDO.COM, Padang - Polemik dugaan persoalan kualitas konstruksi proyek pengendalian sungai di Sumatera Barat memasuki babak baru. Klarifikasi resmi dari justru memunculkan pertanyaan, menyusul temuan di lapangan yang dinilai tidak sepenuhnya sejalan.
Dalam pertemuan dengan jurnalis di salah satu kafe di pada Senin malam (30/3/2026), Humas PT Nindya Karya, , menyampaikan keterangan tertulis dari pihak lapangan sebagai respons atas sorotan media.
Dalam pernyataannya, perusahaan menegaskan bahwa kondisi proyek yang diberitakan masih merupakan bagian dari proses pekerjaan. Proyek tersebut disebut belum memasuki tahap serah terima atau Provisional Hand Over (PHO), sehingga masih terdapat pekerjaan finishing di sejumlah titik.
Selain itu, pihak perusahaan memastikan bahwa seluruh kekurangan yang terlihat saat ini tetap menjadi tanggung jawab pelaksana untuk disempurnakan sebelum tahap akhir.
Lebih jauh, PT Nindya Karya juga menyatakan bahwa material dan metode kerja yang digunakan, termasuk pemasangan bronjong, telah sesuai dengan spesifikasi teknis kontrak. Proses pekerjaan disebut telah melalui pengawasan berlapis serta uji kendali mutu, baik secara internal maupun oleh konsultan supervisi independen.
Perusahaan bahkan mengklaim memiliki dokumentasi terbaru yang menunjukkan kondisi bronjong tersusun rapi, dengan kawat terpasang sesuai standar dan isian batu yang padat. Dokumentasi tersebut disebut berbeda dari gambaran yang muncul dalam pemberitaan sebelumnya.
Namun di sisi lain, hasil investigasi di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda.
Di kawasan , susunan bronjong ditemukan tidak rapi. Sejumlah kawat pengikat terlihat tidak terpasang maksimal, sementara batu di dalamnya tampak keluar dari celah, yang diduga akibat ukuran material yang tidak sesuai.
Temuan serupa bahkan lebih mencolok di . Beberapa bronjong dilaporkan mengalami pergeseran, bahkan berpotensi ambruk ke badan sungai. Kondisi ini memperkuat dugaan adanya persoalan teknis dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Perbedaan antara klarifikasi perusahaan dan temuan di lapangan ini pun memicu pertanyaan dari berbagai pihak, sekaligus menambah sorotan terhadap kualitas pengerjaan proyek infrastruktur tersebut.
(Tim)