Di ruang Satreskrim Polres Solok, suasana yang terekam memperlihatkan sisi lain dari penegakan hukum. Tidak ada euforia berlebihan, hanya wajah-wajah lega dari warga yang sebelumnya berada dalam ketidakpastian. Di titik inilah makna keadilan terasa lebih nyata.
Kapolres Solok Arosuka AKBP Agung Pranajaya, S.I.K., melalui arahannya terus menekankan bahwa polisi harus hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Prinsip tersebut diterjemahkan dalam kerja lapangan yang dilakukan secara konsisten oleh jajarannya.
Kasat Reskrim Polres Solok AKP Efrian Mustaqim Batiti, S.T.K., S.I.K., memastikan setiap proses berjalan sesuai aturan. Penanganan perkara dilakukan dengan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses yang benar.
Peran penyidik menjadi kunci dalam perjalanan panjang ini. Mereka bekerja tanpa sorotan, menyusun fakta demi fakta, memeriksa keterangan, dan memastikan bahwa setiap langkah memiliki dasar hukum yang kuat. Tidak ada jalan pintas dalam proses tersebut.
Pemimpin Redaksi Media Online FaktaOne Group, Alizar Tanjung, yang mengikuti perkembangan penanganan perkara ini memberikan pandangannya secara lugas. Ia menilai apa yang terjadi bukan sesuatu yang dibuat-buat, melainkan proses nyata yang bisa dirasakan langsung.
“Kalau kita lihat dari awal sampai akhir, ini bukan kerja yang instan. Ada proses yang benar-benar dijalani. Itu yang penting, bukan sekadar hasil akhirnya saja,” ujar Alizar Tanjung.
Menurutnya, hal yang paling terlihat justru ada pada konsistensi penyidik dalam menjalankan tahapan demi tahapan. Ia menilai pendekatan seperti ini yang selama ini diharapkan oleh masyarakat.
“Yang saya lihat, penyidiknya bekerja. Mereka tidak lompat-lompat. Semua dijalankan sesuai alur. Itu membuat orang yang berperkara juga bisa memahami prosesnya,” katanya.
Alizar juga menyoroti bagaimana komunikasi antara aparat dan masyarakat berjalan dengan cukup terbuka. Hal ini dinilai penting agar tidak muncul kesan tertutup dalam penanganan kasus.
“Kadang yang jadi masalah itu bukan hasil, tapi proses yang tidak dipahami. Di sini, prosesnya terlihat. Itu yang membuat kepercayaan muncul dengan sendirinya,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa kepercayaan publik tidak bisa dibangun dengan narasi, melainkan dari apa yang benar-benar dikerjakan di lapangan. Dalam kasus ini, menurutnya, hal tersebut terlihat cukup jelas.
“Kalau memang dikerjakan dengan benar, masyarakat pasti bisa menilai. Tidak perlu dibuat-buat. Yang penting konsisten saja,” ujarnya lagi.
Di sisi lain, keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa arahan pimpinan berjalan seiring dengan kerja teknis di lapangan. Sinergi tersebut menjadi faktor penting dalam memastikan setiap perkara dapat ditangani secara maksimal.
Bagi warga yang terlibat, hasil ini bukan hanya soal dokumen, tetapi tentang berakhirnya masa panjang penuh ketidakpastian. Kepastian hukum yang mereka dapatkan menjadi titik awal untuk kembali menjalani kehidupan dengan tenang.
Catatan Redaksi: Proses penanganan perkara di Polres Solok memperlihatkan bahwa kerja yang berjalan sesuai prosedur, komunikasi yang terbuka, serta konsistensi di lapangan menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan masyarakat.
TIM