Sejak pagi hari, para tamu undangan mulai berdatangan memenuhi aula. Kehadiran mereka mencerminkan pentingnya posisi strategis Lapas dalam sistem pelayanan publik, sekaligus menunjukkan dukungan nyata dari berbagai elemen pemerintahan dan lembaga terkait.
Tampak hadir sejumlah pejabat dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang, serta unsur legislatif dari DPRD Kota Padang. Selain itu, perwakilan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat, Kepolisian Resor Kota Padang, dan Komando Distrik Militer 0312 Padang turut hadir memperkuat sinergi antar aparat penegak hukum.
Dari unsur peradilan, terlihat kehadiran Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang, Kejaksaan Negeri Padang, hingga Pengadilan Negeri Padang yang selama ini menjadi bagian penting dalam sistem peradilan terpadu. Kehadiran mereka menegaskan bahwa proses pembinaan warga binaan tidak terlepas dari koordinasi lintas lembaga.
Selain itu, dukungan juga datang dari sektor pertahanan dan teknis lainnya seperti Lantamal II Padang, serta Kepala Peralatan Daerah Militer yang turut memberikan warna dalam kebersamaan acara tersebut. Kehadiran berbagai unsur ini memperkuat komitmen bersama dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.
Tidak kalah penting, sejumlah instansi pelayanan publik turut hadir, di antaranya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumatera Barat, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Padang. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam mendukung program pembinaan berbasis pemberdayaan warga binaan.
Dalam daftar undangan juga tercatat kehadiran berbagai unsur lainnya seperti Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta Sekretariat Daerah Kota Padang yang turut memberikan dukungan terhadap program pemasyarakatan yang humanis.
Menariknya, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan sektor perbankan dan swasta seperti Branch Manager BRI Padang, Bank Nagari Cabang Utama Padang, serta pimpinan sejumlah perusahaan dan yayasan, termasuk Yayasan Dar El Iman dan berbagai lembaga sosial lainnya.
Tidak hanya itu, unsur organisasi kemasyarakatan seperti Ketua Kwarcab 09 Kota Padang, Persatuan Wanita Kristen Indonesia Sumatera Barat, hingga pimpinan PKBM Gempita juga tampak hadir, menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan.
Prosesi serah terima jabatan berlangsung dengan tertib, ditandai dengan penandatanganan berita acara sebagai simbol peralihan tanggung jawab. Momen ini menjadi titik awal bagi pejabat baru untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dengan semangat baru.
Dalam sambutannya, pejabat baru menyampaikan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan, serta memperkuat inovasi di lingkungan Lapas. Ia juga menekankan pentingnya dukungan lintas instansi sebagai kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan pemasyarakatan ke depan.
Dengan kehadiran berbagai unsur pimpinan dan lembaga dalam acara tersebut, Lapas Kelas IIA Padang optimistis mampu terus berkembang menjadi lembaga yang profesional, transparan, dan humanis. Momentum ini sekaligus menjadi simbol kuatnya kolaborasi dalam membangun sistem pemasyarakatan yang lebih baik di masa depan.
Editor’s Note: Kehadiran berbagai unsur pimpinan dan instansi dalam sebuah acara serah terima jabatan mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam tata kelola pemerintahan. Lapas sebagai bagian dari sistem tersebut membutuhkan dukungan bersama untuk mewujudkan pelayanan yang profesional, transparan, dan humanis.
TIM RMO