“Kami memastikan bahwa seluruh korban mendapatkan penanganan yang optimal. Untuk operasional KRL, layanan akan dibuka kembali setelah seluruh aspek keselamatan dipastikan terpenuhi, termasuk hasil clearance dari KNKT. Saat ini, uji coba sarana, persinyalan, dan kesiapan stasiun tengah dilakukan,” ujar Dudy.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pelanggan dan keluarga korban atas kejadian yang mengakibatkan duka ini. “Kami sangat menyesal atas kejadian ini dan kami ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya keluarga korban dan pelanggan yang terdampak. Total korban saat ini 106 orang, dengan 15 meninggal dunia. Sebanyak 53 penumpang masih dirawat di rumah sakit, sementara 38 lainnya telah dipulangkan,” ungkap Bobby.
Bobby menambahkan bahwa proses evakuasi dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian dengan durasi sekitar 10 jam, untuk memastikan seluruh penumpang dapat tertangani dengan baik. Selanjutnya, penanganan sarana juga dilakukan, termasuk evakuasi rangkaian KRL yang terdampak.
Dalam upaya pemulihan, jalur hilir Bekasi–Tambun telah dibuka sejak Selasa dini hari (27/4) pukul 01.30 WIB. Sementara itu, jalur hulu telah dinyatakan aman untuk dilalui, meskipun dengan pembatasan kecepatan 30 km/jam, sesuai dengan rekomendasi keselamatan. KAI, bersama regulator dan pihak terkait, terus melakukan evaluasi menyeluruh, baik internal maupun eksternal, serta mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan oleh KNKT. KAI dan Kementerian Perhubungan juga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan standar keselamatan, termasuk penertiban perlintasan sebidang dan pemenuhan standar keselamatan di lapangan.
Selama masa pemulihan, KAI telah menyiagakan dua posko selama 14 hari, yang terletak di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban dan di Stasiun Gambir untuk melayani pelanggan KA Jarak Jauh yang terdampak, termasuk dalam hal pengembalian tiket.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa KAI berkomitmen untuk memastikan seluruh pelanggan yang terdampak mendapatkan pelayanan yang diperlukan. “KAI berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan, termasuk proses pengembalian tiket bagi perjalanan yang dibatalkan, dengan pengembalian sebesar 100%. Informasi terkait pemulihan layanan akan terus kami perbarui secara berkala,” ujar Anne.
Berikut adalah daftar perjalanan KA Jarak Jauh yang dibatalkan pada 29 April 2026:
- KA 263 Ambarawa Ekspres (SBI–SMC)
- KA 264 Ambarawa Ekspres (SMC–SBI)
- KA 267 Banyubiru (SLO–SMT)
- KA 268 Banyubiru (SMT–SLO)
- KA 152 Brantas (PSE–BL)
- KA 151 Brantas (BL–PSE)
- KA 251 Jayakarta (PSE–SGU)
- KA 252B Jayakarta (SGU–PSE)
- KA 245B Majapahit (PSE–ML)
- KA 246B Majapahit (ML–PSE)
- KA 103B Bogowonto (PSE–LPN)
- KA 104B Bogowonto (LPN–PSE)
- KA 132 Parahyangan (GMR–BD)
- KA 133 Parahyangan (BD–GMR)
- KA 7007C KA Tambahan (YK–GMR)
- KA 7008C KA Tambahan (GMR–YK)
- KA 161 Bangunkarta (JG–PSE)
- KA 162 Bangunkarta (PSE–JG)
- KA 56F–53F Purwojaya (CP–GMR)
- KA 50F–51F Purwojaya (GMR–CP)
- KA 63B Manahan (SLO–GMR)
- KA 64B Manahan (GMR–SLO)
- KA 29F Argo Anjasmoro (SBI–GMR)
- KA 30F Argo Anjasmoro (GMR–SBI)
“KAI memastikan bahwa pemulihan layanan akan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama. Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan layanan dapat kembali beroperasi dengan aman dan lancar,” tutup Anne.
