![]() |
ONENEWSINDO.COM, PADANG PARIAMAN – Amsal Sitepu menggelar diskusi publik bersama pelaku ekonomi kreatif di Jika Coffee, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan bertema “Kreativitas Berjalan Maju, Regulasi Berjalan Mundur” itu merupakan bagian dari program 131 Hari Jelajah Nusantara yang dijalankan Amsal untuk menjemput aspirasi pelaku kreatif dari Sabang hingga Merauke.
“Perjalanan ini untuk mendengarkan langsung aspirasi pelaku ekonomi kreatif dan nantinya akan kami sampaikan ke kementerian serta pihak terkait,” kata Amsal.
Diskusi yang diinisiasi Komite Ekraf Kabupaten Padang Pariaman tersebut dihadiri sejumlah komunitas kreatif lokal, mulai dari desainer, videografer, fotografer hingga pegiat media kreatif.
Dalam forum itu, Amsal menyoroti pentingnya ruang komunikasi antara pekerja kreatif, pemerintah, dan aparat penegak hukum agar pelaku industri kreatif merasa aman saat berkarya.
“Kita harus lebih aware (menyadari) terhadap regulasi dan punya komunitas supaya menjadi benteng ketika berkarya, agar tidak gampang dikriminalisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Baim Koto, menilai kasus yang menimpa Amsal Sitepu menjadi gambaran masih adanya ketidakpastian hukum dalam industri kreatif.
“Kasus yang melibatkan Amsal Sitepu adalah bentuk ketidakpastian hukum atau regulasi yang masih dirasakan pelaku industri kreatif,” kata Baim.
Menurutnya, industri kreatif membutuhkan dukungan regulasi yang lebih jelas agar kreativitas tidak terhambat oleh persoalan hukum maupun stigma terhadap pekerja kreatif.
“Jangan biarkan regulasi yang belum sempurna memadamkan api kreativitas. Justru dari tantangan itulah inovasi besar sering lahir,” tutupnya.
