Dari Deklarasi Universal ke Aksi Nyata: Duta HAM Indonesia Targetkan Kaderisasi Pemuda di Seluruh Provinsi


ONENEWSINDO.COM,Jakarta, 14 Juli 2026 – Upaya memperkuat budaya penghormatan terhadap hak asasi manusia di Indonesia terus membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda. Berangkat dari semangat tersebut, Hidayatul Fikri menginisiasi pembentukan Duta Hak Asasi Manusia (Duta HAM) Indonesia yang mengusung akronim DUHAM, sebagai gerakan yang terinspirasi dari Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM).

Gagasan tersebut disampaikan secara langsung kepada Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Mugiyanto, dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Kementerian Hak Asasi Manusia RI, Jakarta, pada 13 Juli 2026.

Dalam pemaparannya, Hidayatul Fikri menjelaskan bahwa Duta HAM Indonesia dirancang sebagai gerakan nasional yang bertujuan melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian, kapasitas, dan komitmen dalam mendorong penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan hak asasi manusia di Indonesia.

Menurutnya, penggunaan nama DUHAM bukan sekadar identitas program, tetapi merupakan simbol yang terinspirasi dari Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights/UDHR), dokumen bersejarah yang menjadi fondasi perkembangan hukum dan perlindungan hak asasi manusia di tingkat internasional. Semangat universal tersebut diharapkan dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang membumi dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

"Nilai-nilai yang terkandung dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tidak boleh berhenti sebagai dokumen internasional. Nilai tersebut harus hadir dalam kehidupan masyarakat melalui pendidikan, keteladanan, dan partisipasi aktif generasi muda. Karena itu, kami menginisiasi Duta HAM Indonesia sebagai gerakan kolaboratif yang dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun budaya penghormatan terhadap hak asasi manusia," ujar Hidayatul Fikri.

Ia menjelaskan bahwa Duta HAM Indonesia diharapkan menjadi wadah pengembangan kepemimpinan pemuda melalui berbagai program, seperti pendidikan dan literasi HAM, kampanye publik, pengabdian masyarakat, dialog lintas kelompok, serta kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, komunitas, dan masyarakat sipil.

Selain memperluas edukasi hak asasi manusia, gerakan ini juga diharapkan mampu melahirkan kader-kader muda yang memiliki integritas, kepedulian sosial, serta kemampuan menjadi pelopor dalam menyebarluaskan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, persamaan, dan penghormatan terhadap martabat setiap manusia.

Pertemuan dengan Wakil Menteri HAM RI menjadi langkah awal untuk memperkenalkan konsep Duta HAM Indonesia sebagai sebuah inisiatif yang dapat memperkuat ekosistem pemajuan hak asasi manusia di Indonesia melalui pendekatan partisipatif dan berkelanjutan.

Ke depan, Hidayatul Fikri berharap Duta HAM Indonesia dapat berkembang menjadi gerakan nasional yang menjangkau seluruh provinsi hingga kabupaten dan kota, sehingga semangat Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tidak hanya dikenal sebagai tonggak sejarah dunia, tetapi juga diwujudkan dalam praktik kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia.


TIM