Kunjungan tersebut disambut langsung oleh pihak BPVP Padang dan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara kedua instansi dalam mendukung program pembinaan keterampilan bagi warga binaan. Pada kesempatan tersebut, kedua belah pihak membahas rencana pelaksanaan pelatihan hidroponik bagi WBP Lapas Perempuan Padang sebagai salah satu upaya meningkatkan kompetensi dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Selain membahas pelaksanaan pelatihan hidroponik, pertemuan juga difokuskan pada pembahasan adendum perjanjian kerja sama antara Lapas Perempuan Padang dengan BPVP Padang. Adendum tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat landasan kerja sama dalam penyelenggaraan berbagai program pelatihan vokasi yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan warga binaan.
Kalapas Perempuan Padang menyampaikan bahwa program pelatihan hidroponik merupakan salah satu bentuk pembinaan yang mendukung kemandirian warga binaan sekaligus sejalan dengan program ketahanan pangan. Melalui pelatihan ini, warga binaan diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal produktif setelah menjalani masa pidana.
Kegiatan koordinasi berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kolaborasi. Dengan terjalinnya kerja sama yang semakin erat antara Lapas Perempuan Padang dan BPVP Padang, diharapkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan dapat terus berkembang serta memberikan manfaat yang nyata dalam mendukung proses reintegrasi sosial mereka.
TIM