ONENEWSINDO.COM, PASAMAN BARAT — Diduga terlalu mengandalkan aplikasi penunjuk arah Google Maps, sebuah truk trailer bermuatan berat yang hendak menuju Kota Medan, Sumatera Utara, justru tersesat dan terjebak di jalan pemukiman warga di Jorong Kemakmuran, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, pada pagi Ahad, 09 Agustus 2026.
Peristiwa tersebut mendadak menghebohkan warga setempat. Pasalnya, ruas jalan di kawasan Jorong Kemakmuran dikenal sempit dan tidak diperuntukkan bagi kendaraan berukuran besar seperti truk kontainer atau trailer.
Menurut penuturan warga di lokasi, sopir truk mengaku baru pertama kali melintasi jalur tersebut. Sopir mengikuti panduan titik navigasi dari aplikasi Google Maps untuk mencari jalur pintas menuju Medan. Namun, bukannya diarahkan ke jalan lintas provinsi yang memadai, sistem navigasi justru mengarahkan kendaraan raksasa tersebut masuk ke jalan lingkungan perkampungan hingga akhirnya tersangkut dan tidak bisa beralih arah.
"Sopir mengaku hanya mengikuti arahan dari Google Maps. Karena tidak hapal rute, dia terus maju sampai akhirnya terjebak di belokan sempit dekat pemukiman," ujar salah seorang warga Sinuruik di lokasi kejadian.
Kondisi truk yang melintang dan memblokir badan jalan membuat arus lalu lintas warga lokal sempat lumpuh total. Badan truk yang panjang memicu kesulitan saat hendak melakukan manuver mundur di jalan yang sempit dan berbelok.
Warga sekitar bersama petugas setempat turun tangan membantu proses evakuasi dengan mengarahkan manuver kendaraan secara manual. Hingga berita ini diturunkan, upaya untuk mengeluarkan kendaraan besar tersebut masih dilakukan secara perlahan guna menghindari kerusakan pada bangunan rumah warga di sisi jalan.
Kejadian kendaraan besar tersesat akibat aplikasi navigasi digital di kawasan Pasaman Barat bukan pertama kalinya terjadi. Warga memimbau para sopir kendaraan muatan besar, khususnya dari luar daerah, untuk lebih waspada dan tidak sepenuhnya bergantung pada aplikasi peta digital tanpa memperhatikan rambu lalu lintas serta kondisi fisik jalan.
(Pena Keumatan)
