Talu - Sinuruk Terancam Terisolasi, Media Online Talamau Desak Pemerintah Segera Perbaiki Jalan Genting di Polongan Enam




Onenewsindo.com ​Talamau.Kondisi ruas jalan di kawasan Polongan Enam, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, kini berada dalam tingkat kerusakan yang sangat genting dan memprihatinkan. Apabila akses utama ini terputus, wilayah Talu dipastikan bakal terisolasi total dari pusat perekonomian dan pemerintahan.

​Melihat situasi yang kian mengkhawatirkan dan berpotensi tinggi mengancam keselamatan para pengguna jalan, gabungan Media Online Talamau menyampaikan desakan keras kepada pihak pemerintah pusat maupun daerah untuk segera turun tangan melakukan perbaikan nyata tanpa menunda-nunda lagi.

​Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa kerusakan jalan tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga menyimpan potensi bahaya fatal bagi setiap pengendara yang melintas setiap harinya. Kerentanan jalur ini kian krusial mengingat posisinya sebagai urat nadi transportasi utama masyarakat setempat.

​Anehnya, penanganan terhadap titik rawan ini seolah berjalan di tempat. Padahal, deretan pejabat tinggi dan instansi berwenang tercatat sudah berulang kali melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Mulai dari Bupati Pasaman Barat, Gubernur Sumatera Barat, hingga tim teknis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat telah menyaksikan secara langsung parahnya kerusakan di Polongan Enam.

​"Kondisinya sudah sangat genting dan mengancam jiwa pengendara. Semua pihak terkait dari daerah hingga pusat Bupati, Gubernur, sampai BNPB sudah turun melihat langsung, tapi sampai saat ini belum juga ada tindakan konkret untuk membangun kembali jalan ini. Ada apa sebenarnya?" tegas perwakilan Media Online Talamau.

​Sikap terkesan lamban dari pemangku kebijakan ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Warga menuntut kepastian dan tindakan darurat sebelum bencana fisik benar-benar terjadi dan memutus total akses transportasi Talu.

​Melalui rilis pers ini, Media Online Talamau menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu ini hingga pemerintah mewujudkan pembangunan fisik yang nyata di Polongan Enam, demi keselamatan publik dan konektivitas daerah.

(Pena Keumatan)