Semarak Ramadan di Pasar Pariaman, Surga Kuliner Tradisional yang Menarik Wisatawan

ONENEWSINDO.COM — Suasana pasar tradisional di Kota Pariaman berubah semarak setiap sore selama bulan Ramadan. Kawasan ini dipadati pedagang makanan dan minuman khas Minangkabau yang menghadirkan ragam kuliner menggugah selera. Tak hanya warga lokal, wisatawan dari berbagai daerah turut berdatangan untuk menikmati tradisi berburu takjil di kota pesisir tersebut.

Sejak pukul 15.30 WIB, pengunjung mulai memadati area pasar. Berbagai jajanan tradisional tersaji di lapak-lapak pedagang, seperti lapek bugih, lamang tapai, sala lauak khas Pariaman, serabi kuah, hingga bubur kampiun yang kerap menjadi pilihan utama saat berbuka puasa. Minuman segar seperti es tebak, es cendol, dan es timun serut juga banyak diburu untuk melepas dahaga setelah seharian berpuasa.

Cita rasa yang kaya rempah menjadi daya tarik utama kuliner di Pasar Pariaman. Sejumlah pedagang masih mempertahankan resep turun-temurun, sehingga menghadirkan rasa autentik yang menjadi ciri khas daerah tersebut.

“Setiap Ramadan, pasar selalu ramai. Banyak perantau yang pulang kampung sengaja datang untuk menikmati kembali makanan khas Pariaman,” ujar seorang pedagang sala lauak yang telah berjualan lebih dari 15 tahun.

Dari sisi harga, aneka takjil ditawarkan dengan tarif relatif terjangkau, berkisar antara Rp2.000 hingga Rp15.000 per porsi. Kondisi ini membuat pasar tersebut ramah bagi berbagai kalangan masyarakat.

Lokasi pasar yang berada tidak jauh dari kawasan pantai turut menambah daya tarik. Pengunjung dapat menikmati panorama senja sebelum waktu berbuka puasa tiba, sehingga pengalaman wisata kuliner berpadu dengan pesona alam pesisir.

Pemerintah daerah setempat mendukung aktivitas Ramadan ini dengan menjaga kebersihan dan ketertiban pasar. Tradisi tahunan tersebut tidak hanya menjadi pusat transaksi kuliner, tetapi juga ruang silaturahmi yang memperkuat ikatan sosial masyarakat Pariaman.

(Ibrahim)