Hasil penelusuran tim jurnalis di beberapa titik menunjukkan bahwa proyek yang seharusnya menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana justru memperlihatkan tanda-tanda penurunan kualitas. Struktur beronjong yang dibangun untuk memperkuat tebing sungai dan mengurangi risiko banjir serta longsor, kini dinilai tidak berfungsi optimal.
Di kawasan , kondisi konstruksi mulai mengalami perubahan. Batu-batu yang awalnya tersusun rapi terlihat keluar dari celah kawat, menyebabkan struktur menjadi tidak padat. Permukaan beronjong bahkan terasa goyah saat diinjak, mengindikasikan lemahnya daya ikat antar material.
Tokoh masyarakat setempat, , menduga material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi. Ia menilai ukuran batu yang terlalu kecil menjadi penyebab utama mudah terlepasnya material, terutama saat debit air meningkat.
“Kalau air besar, batu keluar. Beronjong jadi longgar dan tidak kuat menahan tebing,” ujarnya.
Selain persoalan material, ikatan antarblok beronjong juga dinilai tidak maksimal. Di beberapa titik, ditemukan bagian yang tidak terikat dengan baik sehingga memicu pergeseran struktur. Bahkan, kawat pengikat terlihat rusak hingga putus, mengakibatkan batu berserakan di sekitar lokasi.
Kondisi serupa juga ditemukan di kawasan , tepatnya di RT 01 RW 02, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Di lokasi ini, konstruksi tampak miring dan bergeser dari posisi semula. Sejumlah bagian bahkan dilaporkan berpotensi ambruk ke badan sungai.
Sorotan turut datang dari Ketua Investigasi DPP Lembaga Masyarakat Transparansi Anak Bangsa (MT-AB), . Ia menilai pekerjaan beronjong belum sepenuhnya memenuhi kaidah konstruksi yang semestinya.
Menurutnya, beronjong memiliki fungsi vital dalam menahan erosi dan memperkuat tebing sungai. Oleh sebab itu, pemilihan material serta metode pemasangan harus mengikuti standar teknis yang ketat. Jika tidak, struktur akan kehilangan kekuatan dan berisiko gagal saat menghadapi tekanan arus air.
“Kalau tidak sesuai spesifikasi, fungsi penguatan tebing tidak akan maksimal. Ini berpotensi membahayakan masyarakat di sekitar aliran sungai,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor terkait temuan tersebut. Masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh agar proyek yang dibiayai untuk kepentingan mitigasi bencana benar-benar memberikan perlindungan yang optimal.
(Tim)