Menurut Roni, langkah cepat yang dilakukan aparat kepolisian tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas praktik ilegal yang merugikan negara dan masyarakat. Ia juga menilai tindakan tersebut tidak lepas dari dukungan penuh Polresta Padang dan Polda Sumatera Barat dalam membackup penegakan hukum di lapangan.
“Ini bentuk keberanian aparat dalam memberantas dugaan mafia BBM bersubsidi. Kami sangat mengapresiasi langkah ini,” ujar Roni.
Penyegelan gudang tersebut disertai pemasangan garis polisi sebagai tanda bahwa lokasi itu sedang dalam proses penyelidikan. Langkah ini dinilai menjadi sinyal tegas bahwa aparat penegak hukum tidak mentolerir segala bentuk penyalahgunaan distribusi BBM subsidi.
Lebih lanjut, Roni mendorong aparat penegak hukum agar tidak berhenti pada tahap penyegelan semata. Ia menegaskan bahwa jika terbukti gudang tersebut digunakan untuk aktivitas ilegal, maka pelaku harus segera ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
“Kalau benar ini bagian dari jaringan mafia BBM, harus diusut tuntas. Jangan sampai ada pihak yang bermain dan merugikan rakyat kecil,” tegasnya.
Kasus ini kembali menjadi perhatian publik di tengah maraknya penyalahgunaan distribusi BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, Roni berharap aparat terus meningkatkan pengawasan dan penindakan agar praktik serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mengawasi distribusi BBM subsidi serta melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran di lapangan.
Dengan adanya langkah tegas ini, diharapkan penegakan hukum terhadap dugaan mafia BBM di Sumatera Barat dapat berjalan maksimal dan memberikan efek jera bagi para pelaku.
TIM